Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,441.00 14,441.000
AUD 10,277.30 10,277.300
HKD 1,840.36 1,840.360
MYR 3,313.82 3,313.820
NZD 9,435.71 9,435.710
NOK 1,552.60 1,552.600
GBP 18,163.55 18,163.550
SGD 10,456.86 10,456.860
CHF 14,934.53 14,934.530
JPY 11,205.48 11,205.480
MMK 7.80 7.800
INR 188.65 188.650
KWD 47,199.06 47,199.060
PKR 77.80 77.800
PHP 276.38 276.380
LKR 41.73 41.730
THB 421.54 421.540
BND 10,475.47 10,475.470
EUR 15,293.07 15,293.070
CNY 2,184.72 2,184.720
KRW 11.47 11.470
Last update: 11/05/22 13:07:11
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Menanti Rekomendasi Tim Delapan
posted by admin on 17/11/09

KOMPAS.com - Tertunda sehari, hari ini, Selasa (17/11), Tim Independen Verifikasi Proses Hukum atas Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah atau Tim Delapan dijadwalkan akan menyerahkan rekomendasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Rekomendasi itu sendiri merupakan hasil kerja Tim Delapan selama dua pekan meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait kasus itu. Antara lain Polri, Kejaksaan Agung, KPK, serta individu-individu yang tersangkut dalam kasus itu, seperti Anggodo Widjojo, Susno Duaji, Wisnu Subroto, AH Ritonga, Edi Sumarsono, Ary Muladi, dan Bibit serta Chandra sendiri.

Proses verifikasi itu --bersamaan dengan rapat koordinasi pendapat yang digelar Komisi III DPR dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung-- menguras energi yang luar biasa. Komisi III, misalnya, harus menggelar rapat sampai pukul 03.00 dini hari dengan Kepala Polri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Rapat Komisi III dengan kalangan LSM bahkan berlangsung panas, sampai pimpinan sidang harus meninggalkan ruang rapat dan tak melanjutkannya lagi.

Selama proses verifikasi itu berlangsung dua pekan, media tak henti-hentinya menayangkan hasil liputan maupun tayangan langsung dan dialog/talk show. Atas informasi yang sering saling berlawanan, bertentangan, bahkan tak jarang antarpihak saling menyudutkan, masyarakat tak jarang dibuat bingung, pusing, atau yang sejenisnya.

Nah, setelah bekerja keras selama dua pekan, Tim Delapan rencananya hari ini akan menyerahkan rekomendasi kepada Presiden. Apa kira-kira isi rekomendasi itu? Para anggota Tim Delapan belum bersedia mengungkapkannya.A

Kemungkinan, rekomendasi itu tak jauh berbeda dengan rekomendasi sementara yang sudah disampaikan Tim sepekan lalu. Yakni, bahwa kasus Bibit-Chandra sangat lemah untuk dibawa ke pengadilan.

Beberapa hal yang baru memang muncul selama prose verifikasi. Misalnya pernah muncul pernyataan Tim Delapan bahwa KPK juga bukan malaikat, ada yang harus diperbaiki dalam cara kerja KPK.

Akan tetapi, juga muncul pernyataan bahwa soal missing link tidak lagi penting. Ini berarti bahwa ada atau tidak sosok bernama Yulianto, yang oleh Ari Muladi disebut sebagai pihak yang menyerahkan uang suap kepada Bibit dan Chandra, bagi Tim Delapan sudah nggak ngaruh.

Artinya, ada atau tidaknya sosok Yulianto, bukanlah hal penting bagi Tim Delapan untuk memberikan rekomendasi final bahwa Chandra-Bibit tak seharusnya diproses lebih lanjut.

Terserah Presiden

Rekomendasi memang hanya semacam usulan, saran, atau masukan, yang tidak harus dilaksanakan oleh yang diberi rekomendasi, dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tak heran kalau kemudian muncul banyak spekulasi bagaimana kalau Presiden akkhirnya tidak menganggap rekomendasi itu?

Atau, kalau pun merespon rekomendasi itu, lalu bagaimana caranya agar tidak terkesan Presiden telah campur tangan dalam proses penegakan hukum? Bukankah perintah untuk menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Perkara) kepada Polri bisa dianggap mencampuri proses penegakan hukum?

Maka, terhadap rekomendasi itu Presiden SBY memang dihadapkan pada persoalan rumit. Di satu sisi Presiden selalu menyatakan tidak mau mengintervensi proses hukum, tetapi di lain pihak rekomendasi itu kemungkinan besar harus memaksa Presiden melakukan intervensi.

Untuk tidak melaksanakan rekomendasi Tim Delapan, tentunya sulit bagi Presiden. Sebab, tim itu dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden. Kalau rekomendasi yang dihasilkan dari proses kerja perintah langsung dari Presiden itu tak dia laksanakan, lalu apa kata dunia? (M Suprihadi)

sumber : kompas.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling