Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,360.00 14,360.000
AUD 10,186.84 10,186.840
HKD 1,842.11 1,842.110
MYR 3,398.74 3,398.740
NZD 9,777.88 9,777.880
NOK 1,582.12 1,582.120
GBP 19,079.58 19,079.580
SGD 10,496.32 10,496.320
CHF 15,609.84 15,609.840
JPY 12,699.02 12,699.020
MMK 8.01 8.010
INR 191.29 191.290
KWD 47,472.25 47,472.250
PKR 81.55 81.550
PHP 285.05 285.050
LKR 71.01 71.010
THB 425.09 425.090
BND 10,491.17 10,491.170
EUR 16,245.24 16,245.240
CNY 2,252.63 2,252.630
KRW 12.14 12.140
Last update: 08/12/21 13:39:22
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Akhirnya Pesta Bola Itu Berakhir
posted by admin on 11/06/09

INILAH.COM, Jakarta – Persipura Jayapura resmi dinobatkan sebagai juara baru Liga Indonesia yang kini berlabel Indonesia Super League (ISL). Selain keberhasilan tim ‘Mutiara Hitam’, apa lagi yang telah didapatkan Indonesia di tahun ini dari liga sepakbolanya?

Keberhasilan Boaz Salossa dan Christian Gonzalez mendapatkan gelar top skorer serta masuknya Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang dan PSIS Semarang ke zona degradasi adalah hal yang tampak dari data dan tabel klasemen.

Namun di balik itu semua, liga sepak bola Indonesia masih harus belajar banyak untuk memperbaiki segala aspek penyelenggaraannya. Salah satu masalah yang menjadi sorotan utama dalam pagelaran ISL pertama ini adalah jadwal yang masih acak-acakan.

Jadwal kerap berubah dan tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan Badan Liga Indonesia (BLI) karena berbagai alasan, termasuk faktor agenda politik bangsa Indonesia di 2009.

Buruknya penataan agenda pertandingan berakibat kepada membengkaknya dana yang dibutuhkan oleh tiap-tiap klub untuk membiayai kehidupan mereka selama satu musim kompetisi.

Beberapa klub, termasuk beberapa klub besar, berada pada kondisi ‘mati segan hidup tak mau’. Puncaknya terjadi saat PSIS mengumukan pembubaran tim seniornya pada awal Mei lalu.

“Kami sudah berutang banyak. Kalau tetap dilanjutkan, utang akan semakin menumpuk,” ujar Sukawi Sutarip Ketua Umum PSIS Semarang yang juga Wali Kota Semarang ketika itu. PSIS memang akhirnya tetap menyelesaikan ISL 2008/2009, namun kondisi itu menggambarkan betapa kronisnya kondisi keuangan klub-klub di Indonesia.

Niat BLI untuk membuat semua klub menjadi profesional dan tidak bergantung lagi kepada APBD memang patut diberi sambutan baik, akan tetapi sosialisasi yang terlalu cepat sepertinya cukup merepotkan klub-klub yang selama ini terlalu asyik mendapat ‘perhatian pemerintah’ secara berlebih. Dengan profesionalisme itu pula publik sepak bola Indonesia dapat berharap tumbuhnya olahraga ini.

Selain problem di luar stadion tadi, berbagai problem di dalam stadion juga belum kunjung dibenahi dengan serius dan cenderung menjadi lekat dengan sepak bola Indonesia.

Kondisi stadion yang masih seadanya, kerusuhan yang didalangi ‘oknum-oknum’ suporter dan beberapa tindakan pemain yang jauh dari sikap profesional masih selalu saja membayangi pesta sepak bola di negeri sendiri.

Semoga kita tidak lelah berharap agar ISL semakin lebih baik demi terwujudnya tim nasional Indonesia yang dapat bersaing dengan negara-negara lain, karena prestasi bukanlah mimpi.

sumber : inilah.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 2.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling