Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,240.00 14,240.000
AUD 10,525.76 10,525.760
HKD 1,831.33 1,831.330
MYR 3,433.96 3,433.960
NZD 10,134.18 10,134.180
NOK 1,641.52 1,641.520
GBP 19,682.55 19,682.550
SGD 10,601.42 10,601.420
CHF 15,513.69 15,513.690
JPY 12,944.67 12,944.670
MMK 8.32 8.320
INR 193.97 193.970
KWD 47,333.47 47,333.470
PKR 84.86 84.860
PHP 284.93 284.930
LKR 71.19 71.190
THB 436.08 436.080
BND 10,592.36 10,592.360
EUR 16,858.88 16,858.880
CNY 2,207.44 2,207.440
KRW 12.23 12.230
Last update: 15/09/21 13:56:14
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Akhirnya Pesta Bola Itu Berakhir
posted by admin on 11/06/09

INILAH.COM, Jakarta – Persipura Jayapura resmi dinobatkan sebagai juara baru Liga Indonesia yang kini berlabel Indonesia Super League (ISL). Selain keberhasilan tim ‘Mutiara Hitam’, apa lagi yang telah didapatkan Indonesia di tahun ini dari liga sepakbolanya?

Keberhasilan Boaz Salossa dan Christian Gonzalez mendapatkan gelar top skorer serta masuknya Deltras Sidoarjo, Persita Tangerang dan PSIS Semarang ke zona degradasi adalah hal yang tampak dari data dan tabel klasemen.

Namun di balik itu semua, liga sepak bola Indonesia masih harus belajar banyak untuk memperbaiki segala aspek penyelenggaraannya. Salah satu masalah yang menjadi sorotan utama dalam pagelaran ISL pertama ini adalah jadwal yang masih acak-acakan.

Jadwal kerap berubah dan tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan Badan Liga Indonesia (BLI) karena berbagai alasan, termasuk faktor agenda politik bangsa Indonesia di 2009.

Buruknya penataan agenda pertandingan berakibat kepada membengkaknya dana yang dibutuhkan oleh tiap-tiap klub untuk membiayai kehidupan mereka selama satu musim kompetisi.

Beberapa klub, termasuk beberapa klub besar, berada pada kondisi ‘mati segan hidup tak mau’. Puncaknya terjadi saat PSIS mengumukan pembubaran tim seniornya pada awal Mei lalu.

“Kami sudah berutang banyak. Kalau tetap dilanjutkan, utang akan semakin menumpuk,” ujar Sukawi Sutarip Ketua Umum PSIS Semarang yang juga Wali Kota Semarang ketika itu. PSIS memang akhirnya tetap menyelesaikan ISL 2008/2009, namun kondisi itu menggambarkan betapa kronisnya kondisi keuangan klub-klub di Indonesia.

Niat BLI untuk membuat semua klub menjadi profesional dan tidak bergantung lagi kepada APBD memang patut diberi sambutan baik, akan tetapi sosialisasi yang terlalu cepat sepertinya cukup merepotkan klub-klub yang selama ini terlalu asyik mendapat ‘perhatian pemerintah’ secara berlebih. Dengan profesionalisme itu pula publik sepak bola Indonesia dapat berharap tumbuhnya olahraga ini.

Selain problem di luar stadion tadi, berbagai problem di dalam stadion juga belum kunjung dibenahi dengan serius dan cenderung menjadi lekat dengan sepak bola Indonesia.

Kondisi stadion yang masih seadanya, kerusuhan yang didalangi ‘oknum-oknum’ suporter dan beberapa tindakan pemain yang jauh dari sikap profesional masih selalu saja membayangi pesta sepak bola di negeri sendiri.

Semoga kita tidak lelah berharap agar ISL semakin lebih baik demi terwujudnya tim nasional Indonesia yang dapat bersaing dengan negara-negara lain, karena prestasi bukanlah mimpi.

sumber : inilah.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 2.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling