Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,865.00 14,865.000
AUD 10,236.34 10,236.340
HKD 1,894.37 1,894.370
MYR 3,375.83 3,375.830
NZD 9,275.76 9,275.760
NOK 1,505.48 1,505.480
GBP 18,089.52 18,089.520
SGD 10,687.17 10,687.170
CHF 15,533.89 15,533.890
JPY 10,944.31 10,944.310
MMK 8.08 8.080
INR 188.60 188.600
KWD 48,464.03 48,464.030
PKR 72.29 72.290
PHP 270.59 270.590
LKR 41.26 41.260
THB 420.86 420.860
BND 10,700.27 10,700.270
EUR 15,591.30 15,591.300
CNY 2,219.01 2,219.010
KRW 11.50 11.500
Last update: 06/07/22 12:52:32
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Papua, Target Ekspansi Charoen Pokphand
posted by admin on 19/05/09

Jakarta - PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) sedang mengincar pangsa pasar ayam dan pakan ternak di Papua. Perseroan berencana membangun penetasan ayam di Papua.

"Salah satu pasar yang belum tersentuh adalah Papua. Kami sedang mempelajari
mekanismenya," ujar Direktur Utama CPIN, Thomas Effendy usai RUPS Tahunan di JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).

Thomas mengatakan, wilayah Papua dan Kepulauan Maluku merupakan wilayah yang belum terlalu terjamah oleh distribusi pakan ternak dan ayam CPIN.

"Kalau Maluku sudah masuk, tapi skalanya masih kecil. Untuk Papua masih perlu kami pelajari," ujarnya.

Saat ini CPIN telah memiliki pabrik pakan ternak dan peternakan ayam di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kapasitas tersebut cukup untuk distribusi di kawasan Indonesia Timur, termasuk Maluku," ujar Thomas.

Namun untuk wilayah Papua, perseroan masih mengalami kendala transportasi untuk distribusi ayam. Salah satu opsi yang sedang dikaji perseroan adalah membangun pabrik penetasan ayam di Papua.

"Kalau kita kirim ayam ke Papua dari Makassar, sampai di Papua sudah banyak yang mati. Salah satu opsinya adalah membangun penetasan ayam di Papua, jadi yang kita kirim masih berupa telur," ujarnya.

Nilai investasinya, lanjut Thomas, tidak terlalu besar. "Hanya beberapa miliar. Tapi perlu dipastikan dulu potensi pasarnya disana," ujar Thomas.

Mengenai kemungkinan membangun pabrik pakan ternak di Papua, Thomas mengatakan hal itu sangat tergantung pada permintaan pakan ternak disana.

"Kalau permintaannya minimal mencapai 6 ribu ton baru kita bisa bangun pabrik pakan ternak disana," jelas Thomas.

Sementara itu, pemegang saham CPIN menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun 2008. Tahun lalu, perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp 253 miliar.

"Laba akan digunakan untuk mendanai capex dan akan ditempatkan sebagai cadangan," ujar Thomas.

Perseroan menganggarkan capex 2009 sebesar Rp 200 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan divisi pakan ternak (60%), Day Old Chick (20%) dan Processing Chicken (20%).

Mengenai target kinerja tahun 2009, perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 14,5 triliun dan laba bersih Rp 400 miliar.

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling