Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,178.00 14,178.000
AUD 10,467.74 10,467.740
HKD 1,822.51 1,822.510
MYR 3,406.96 3,406.960
NZD 9,906.60 9,906.600
NOK 1,667.40 1,667.400
GBP 19,356.69 19,356.690
SGD 10,484.69 10,484.690
CHF 15,313.67 15,313.670
JPY 12,478.57 12,478.570
MMK 7.39 7.390
INR 188.09 188.090
KWD 46,943.37 46,943.370
PKR 82.88 82.880
PHP 279.48 279.480
LKR 70.33 70.330
THB 423.73 423.730
BND 10,464.97 10,464.970
EUR 16,410.06 16,410.060
CNY 2,200.54 2,200.540
KRW 11.91 11.910
Last update: 20/10/21 13:49:12
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Euro 2008, Pesta Bola Rasa Budaya
posted by admin on 30/05/08

Jangan kaget jika hingga pekan ini, seminggu sebelum Piala Eropa 2008—biasa disingkat Euro 2008—bergulir, belum terasa gereget sepak bola di Austria dan Swiss, dua tuan rumah turnamen empat tahunan antarnegara Eropa itu. Dua negara ini menyiapkan turnamen sepak bola dengan sentuhan berbeda, kental dengan warna budaya.

Di Vienna, ibu kota Austria yang menjadi salah satu dari delapan kota penyelenggara Piala Eropa 2008, lukisan karya Gustav Klimt (1862-1918) lebih menonjol dalam bentuk baliho daripada poster pemain sepak bola. Obrolan seputar sepak bola juga jarang terdengar di kalangan warga kota itu.

Begitulah gambaran Vienna, seperti dilukiskan Reuters dalam beritanya, Rabu (28/5). ”Kami bukan negeri sepak bola. Kami negeri olahraga musim dingin,” kata Dariusz Hoefer (47), pemilik toko di pusat kota Vienna.

Austria dan Swiss, dua negara di kawasan Pegunungan Alpen, boleh jadi menjadi tuan rumah pada saat yang kurang tepat. Dua negara itu pernah hebat di sepak bola tahun 1950-an—di Piala Dunia 1954 Austria peringkat ketiga dan Swiss lolos perempat final— tetapi kini prestasi itu meredup.

Ini berbeda dengan saat Jerman tuan rumah Piala Dunia, dua tahun lalu. Dengan situasi itu, Austria dan Swiss sadar betul sulit menyaingi Jerman dalam hal gebyar sepak bola. Akan tetapi, bukan berarti Piala Eropa 2008 akan kalah gaung. Dua negara itu mengangkat kelebihan yang mereka miliki, terutama dalam segi warisan budaya.

”Kami saat ini sudah menjadi juara budaya Eropa. Sebut saja Swiss runner-up-nya,” ujar Reinhard Prenn, penulis dan penyelenggara festival sepak bola dan sastra di Austria. ”Sudah pasti jika Austria menggelar Piala Eropa 2008, sektor budaya termasuk di dalamnya,” kata Michael Hansen, ahli sastra Austria.

Zona suporter

Meniru konsep penyelenggaraan Piala Dunia 2006 di Jerman, Austria dan Swiss membuat zona-zona suporter (fan zone) di setiap kota penyelenggara. Di Vienna, misalnya, zona itu bisa menampung hingga 70.000 suporter. Lokasinya sengaja ditempatkan di tengah gedung-gedung teater dan museum-museum bersejarah untuk memperkenalkan warisan budaya kota Vienna.

Vienna Symphony Orchestra, paduan suara anak-anak Vienna, dan penyanyi pop Austria, Christina Stuermer, akan tampil menandai dibukanya zona suporter itu, antara lain dengan suguhan karya klasik ”Tritsch-Tratsch Polka” karya Johann Strauss.

Zona suporter itu juga dibuat di tujuh kota lainnya: Innsbruck, Klagenfurt, Salzburg (Austria), Basel, Bern, Geneva, dan Zurich (Swiss). Seperti halnya di Vienna, zona-zona suporter itu juga didirikan di tengah-tengah bangunan bersejarah. Sajian utama zona-zona itu adalah ”nonton bareng” lewat layar lebar yang menayangkan langsung 31 partai.

”Sepak bola tentu saja fokus utama di zona suporter, tetapi kami juga ingin memamerkan program budaya di Vienna sepanjang 365 hari dalam setahun,” kata Anja Richter, panitia pelaksana Euro 2008 di Vienna. ”Kami ingin orang akan kembali berkunjung ke kota ini (seusai Piala Eropa 2008).”

Acara ”nonton bareng” juga disiapkan di tempat lain di luar zona suporter. Kota Tirole, Innsbruck, misalnya, akan menyulap arena lompat ski yang terkenal di kaki Pegunungan Alpen (Bergisel) untuk arena ”nonton bareng”. Acara serupa juga dirancang di kafe-kafe, taman-taman kota, dan juga di salah satu kapal feri yang beroperasi di Kanal Danube.

Museum-museum juga tak ketinggalan ingin merasakan demam Piala Eropa. Museum Katedral di Vienna yang dibangun abad ke-14, misalnya, memamerkan pernik-pernik seputar bintang sepak bola Diego Maradona, Kaka, dan lain-lain. ”Suporter fanatik mungkin enggan datang ke museum, di sisi lain museum- museum tradisional juga tak mau terganggu oleh mereka. Tapi, kami ingin menghadirkan dua sisi itu lewat pameran ini,” kata Bernhard Boehler, Direktur Museum Katedrai Vienna, kepada Reuters.

Beberapa selebriti dunia dipastikan memeriahkan turnamen. Penyanyi Elton John akan manggung di Vienna, 28 Juni; mantan anggota Spice Girls, Mel C, berpentas di Zurich; sementara penyanyi Enrique Iglesias akan melantunkan lagunya, ”Can You Hear Me?”, yang dijadikan lagu resmi Piala Eropa 2008, pada laga final di Vienna, 29 Juni.

Isu terorisme

Satu hal yang sempat membayangi persiapan Piala Eropa 2008 adalah munculnya laporan soal ancaman teroris. Pertengahan Mei lalu, surat kabar La Liberte mengutip sumber keamanan di Swiss yang mengungkapkan adanya ancaman serangan teroris selama turnamen berlangsung.

Namun, juru bicara pemerintahan federal Swiss untuk urusan kepolisian Daniele Bersier menyatakan, tidak ada bukti jaringan Al Qaeda akan menjalankan aksi teror pada Piala Eropa 2008. Laporan yang dibuat Kepolisian Federal Swiss, April lalu, menyebutkan, Swiss tidak menjadi target kelompok teroris. Kelompok militan di Swiss, ungkap laporan itu, hanya terbatas pada peran propaganda, penyediaan logistik, dan keuangan bagi kelompok jaringan mereka di Irak dan kawasan panas lainnya.

Kendati begitu, bukan berarti soal pengamanan dianggap enteng oleh dua negara tuan rumah tersebut. Swiss, misalnya, tidak hanya mendatangkan polisi-polisi Jerman dan Perancis untuk mengamankan Piala Eropa 2008. ”Kami juga mengerahkan sekitar 500 personel pengamanan swasta dari Jerman,” kata Urs Stadler, juru bicara konsorsium perusahaan jasa pengamanan yang dikutip koran Swiss, Tages Anzeiger, edisi Senin (26/5) lalu.

Mereka diberi tugas menjaga obyek-obyek vital, seperti stadion dan kawasan sekitarnya, hotel tim-tim peserta, tempat berlatih tim-tim, dan arena ”nonton bareng”. Menteri Dalam Negeri Swiss Samuel Schmid menyebutkan, pihaknya menyiapkan 31.200 polisi dan tentara.

Austria sendiri telah melarang 27.000 polisi mereka mengambil libur selama turnamen berlangsung. Kesiagaan aparat keamanan dua negara itu diperkuat 1.700 polisi Jerman dan 750 polisi Perancis. Kroasia, Polandia, Swedia, Yunani, Rusia, dan Spanyol juga ambil bagian dalam pengamanan Piala Eropa 2008.

Mulai Mei, jet-jet tempur berpatroli di empat kota penyelenggara di Swiss. Pengamanan di bandara dan beberapa titik perbatasan diperketat untuk mencegah masuknya kaum holigan di Austria dan Swiss.

Tinggal menabuh gong

Yang termasuk paling vital di antara semua persiapan itu adalah kondisi lapangan di stadion. Semua lapangan bakal arena Piala Eropa 2008 telah dilapis dengan rumput baru, termasuk Stadion Letzigrund, Zurich. Rumput lama stadion itu telah diganti dengan rumput baru yang dipastikan dalam kondisi terbaik pada laga pertama, Romania versus Perancis, 9 Juni mendatang.

Dengan persiapan yang sudah matang, dapat dikatakan ”bulan suci agama sepak bola” Piala Eropa 2008 tinggal menunggu gong ditabuh di Basel, Sabtu pekan depan. Apa pun tim favorit pilihan Anda, pesta sepak bola selama tiga pekan amat sayang dilewatkan. Selamat berpesta.(MH SAMSUL HADI)

sumber : kompas.com

Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling