Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,837.00 14,837.000
AUD 10,293.65 10,293.650
HKD 1,890.01 1,890.010
MYR 3,370.26 3,370.260
NZD 9,359.86 9,359.860
NOK 1,498.27 1,498.270
GBP 18,196.30 18,196.300
SGD 10,692.91 10,692.910
CHF 15,409.11 15,409.110
JPY 10,939.86 10,939.860
MMK 8.22 8.220
INR 189.67 189.670
KWD 48,363.01 48,363.010
PKR 69.99 69.990
PHP 272.23 272.230
LKR 41.08 41.080
THB 418.95 418.950
BND 10,688.82 10,688.820
EUR 15,633.20 15,633.200
CNY 2,215.99 2,215.990
KRW 11.44 11.440
Last update: 29/06/22 12:55:19
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Kekerasan Verbal Terhadap Anak
posted by admin on 22/02/08

Percayalah apapun yang anda ucapkan kepada anak anda, akan berpengaruh kepadanya.

Kadang tanpa disadari kita telah melakukan kekerasan terhadap anak. Bentuk kekerasan terhadap anak yang sering luput dari kesadaran orangtua adalah kekerasan verbal atau kekerasan yang dilakukan lewat kata-kata.

Kata-kata kepada anak yang bermakna melecehkan kemampuan anak, menganggap anak sebagai sumber kesialan, mengecilkan arti si anak, memberikan julukan negatif kepada anak, dan memberikan kesan bahwa si anak tidak diharapkan akan memiliki dampak jangka panjang terhadap perasaan anak dan dapat mempengaruhi citra diri mereka.

Menurut DR Susan Forward dalam bukunya Toxic Parents, kekerasan secara verbal disampaikan melalui dua gaya. Yang pertama menyerang anak secara langsung, terbuka, dan secara jahat merendahkan si anak. Gaya kedua, disampaikan secara tidak langsung, seperti dengan bercanda tetapi sangat menghinakan dan melecehkan mereka.

Jika orangtua bilang si anak jelek dan bodoh, ia percaya dirinya betul-betul jelek dan bodoh. Karena itu, tidak mudah bagi mereka jika diharapkan mampu membedakan apakah ucapan ayah dan ibunya itu serius atau hanya bercanda.

Kekerasan fisik maupun verbal, bukanlah cara yang tepat dalam mendidik anak, kata DR Forward. Ia bahkan menyebut “kejam”, jika ada orangtua yang tahu bahwa anak-anak sangat percaya pada ucapannya, tetapi tetap mengucapkan hal-hal yang dapat melukai perasaan anak.

Ucapan-ucapan bernada menghina dan merendahkan itu akan direkam dalam pita memori anak, makin lama makin bertambah dan dirasa berat, sehingga akhirnya anak memiliki citra diri negatif.

Citra diri yang negatif itu di kemudian hari menyebabkan anak tidak mampu tumbuh sebagai pribadi yang percaya diri. Anak akan memiliki rasa malu yang kuat, bersikap ragu-ragu, dan lebih suka menarik diri dari pergaulan.

Pada anak yang lain, citra diri negatif tersebut bahkan dapat membentuknya tumbuh sebagai pribadi pemberontak, kasar, bodoh, jorok, lamban, pengacau, dan sebagainya.

Nah, jika orangtua mengharapkan anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang baik, sehat, cerdas, berbudi luhur, tentu kata-kata, sikap, dan perilaku orangtua pun harus sesuai dengan harapan tersebut.

Kadang, memang ada saatnya orangtua berada dalam kondisi emosi yang tidak stabil. Jika anda mengalami kondisi tersebut, menghindarlah dari anak anda.

Buang jauh-jauh kata-kata jahat yang mungkin keluar dari mulut anda. Sembunyikanlah wajah muram dari pandangan polos buah hati anda.

Mudah-mudahan, apapun bentuk kekerasan dalam rumah tangga, hanya hadir sebagai wacana dalam Ruang Keluarga kita.

Sumber perempuan.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 4.000 (2 users)

Rate this news:



Online Pooling