Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,249.00 14,249.000
AUD 11,024.97 11,024.970
HKD 1,836.07 1,836.070
MYR 3,460.86 3,460.860
NZD 10,242.18 10,242.180
NOK 1,719.76 1,719.760
GBP 20,158.92 20,158.920
SGD 10,759.37 10,759.370
CHF 15,891.37 15,891.370
JPY 13,015.15 13,015.150
MMK 8.91 8.910
INR 195.28 195.280
KWD 47,401.72 47,401.720
PKR 91.83 91.830
PHP 298.62 298.620
LKR 71.84 71.840
THB 457.22 457.220
BND 10,764.03 10,764.030
EUR 17,332.08 17,332.080
CNY 2,229.23 2,229.230
KRW 12.79 12.790
Last update: 16/06/21 14:01:18
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Produksi Jagung 2008 Diprediksi Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
posted by admin on 07/12/07

Praktisi Agrobisnis Setiadi Setiokusomo memprediksi bahwa pada 2008 Indonesia sudah mampu memenuhi kebutuhan jagung nasional yang jumlahnya mencapai 1.4 juta ton per tahun.

Menurut Setiadi yang juga Direktur Keuangan PT Bisi International Tbk di Surabaya, Kamis, dengan berbagai upaya peningkatan produksi seperti perluasan areal tanam dan penerapan teknologi yang baik, kebutuhan jagung 2008 akan bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri dan tidak perlu lagi impor.

Selama ini, katanya, dari total kebutuhan itu hanya 60 persen yang bisa dipenuhi dari produksi dalam negeri, sementara 40 persennya diimpor dari sejumlah negara di Asean.

Dengan kebutuhan dalam negeri yang masih tinggi dan diperkirakan akan terus meningkat, peluang pasar komoditas jagung di dalam negeri masih terbuka luas terutama untuk keperluan industri pakan ternak, katanya.

PT Bisi Internasional yang bergerak dalam usaha agrobisnis pun kini tengah berupaya meningkatkan perannya dalam meningkatkan produksi jagung nasional. Jagung Hibrida yang dikembangkan oleh Bisi selama ini telah mampu meningkatkan produktivitas petani di berbagai daerah di Indonesia.

Tahun 2007, Bisi telah meluncurkan varietas jagung hibrida baru secara komersial bernama benih jagung Super Hibrida Bisi 12 dan Bisi 16. Varietas ini memiki keunggulan antara lain, produktivitasnya lebih tinggi, umur panen lebih pendek, dan relative tahan terhadap penyakit.

Bisi mulai memasarkan benih jagung super hibrida jenis ini mulai petengahan 2007, perusahaan memperkirakan hingga akhir 2007 penjualan bisa mencapai 1.000 ton dengan cakupan areal tanam 50 ribu hektar dan tersebar di seluruh Indonesia. Penjualan benih jagung super hibrida itu akan memberikan kontribusi 5 persen dari total penjualan benih jagung Bisi International 2007 yang totalnya mencapai 20.000 ton.

Sedangkan pada 2008, penjualan benih jagung super hibrida ini diperkirakan mencapai 10.500 ton dengan cakupan areal tanam seluas 525 ribu hektar, atau 40 persen dari total volume penjualan yang diperkirakan mencapai 26 ribu ton.

Dengan tingkat produksi jagung super hibrida 14 ton per hektar, maka tingkat keuntungan yang bisa diperolah petani diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 juta per hektar, demikian Setiadi Setiokusumo.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 1.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling