Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,296.00 14,296.000
AUD 11,047.08 11,047.080
HKD 1,842.47 1,842.470
MYR 3,464.94 3,464.940
NZD 10,328.60 10,328.600
NOK 1,717.09 1,717.090
GBP 20,240.93 20,240.930
SGD 10,798.97 10,798.970
CHF 15,894.21 15,894.210
JPY 13,032.88 13,032.880
MMK 9.02 9.020
INR 196.08 196.080
KWD 47,438.87 47,438.870
PKR 92.37 92.370
PHP 299.26 299.260
LKR 72.23 72.230
THB 458.68 458.680
BND 10,781.15 10,781.150
EUR 17,424.48 17,424.480
CNY 2,238.48 2,238.480
KRW 12.85 12.850
Last update: 09/06/21 13:59:44
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Penularan Flu Burung Antar Manusia Belum Terjadi
posted by admin on 04/09/07

Ira Longini dan tim dari Fred Hutchinson Cancer Research Center dan Universitas Washington, Seatle, Amerika Serikat

Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyatakan, sampai saat ini belum terjadi penularan flu burung dari manusia ke manusia di Indonesia. Penularan flu burung baru sebatas dari unggas ke manusia. Hal ini di tandai oleh belum adanya lonjakan kasus penularan flu burung pada manusia atau pandemi global penyakit itu.

“Jadi, tidak terjadi penularan flu burung dari manusia ke manusia di Indonesia,” kata Menkes, dalam jumpa pers, Senin (3/9), di Jakarta, menanggapi pemberitaan mengenai hasil studi Ira Longini dan tim dari Fred Hutchinson Cancer Research Center dan Universitas Washington, Seatle, Amerika Serikat bahwa kemungkinan telah terjadi penularan virus antar manusia di Indonesia.

“Yang perlu diwaspadai, apakah ada motif tertentu dalam riset itu yang bisa merugikan negara berkembang seperti Indonesia,”ujarnya. Dalam riset dengan menggunakan metode statistik itu diperoleh kesimpulan adanya penularan virus antar manusia secara terbatas pada kasus kluster di Karo, Sumatera Utara, dan kemungkinan penularan itu meluas. Namun, di dunia medis, studi dengan pendekatan statistik tidak dapat dijadikan sebagai acuan.

Hal ini diperkuat oleh hasil sequencing virus H5N1 asal Indonesia, termasuk dari kasus flu burung terakhir di Bali, yang dilakukan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Atlanta, Amerika Serikat, yang membuktikan tidak terjadi penularan antarmanusia. “Satu-satunya bukti telah terjadi penularan dari manusia ke manusia adalah banyaknya jumlah korban yang terinfeksi virus flu burung hingga terjadi pandemi. Inikan tidak terjadi,” ujar Menkes.

Kendati demikian, hasil analisis yang dilakukan Longini dan tim itu tidak bisa digugat oleh Pemerintah Indonesia karena berada di dalam ruang lingkup akademis. Sebenarnya, lanjut Menkes, analisis yang dilakukan Longini dan tim merupakan riset yang menarik tetapi tidak menunjukkan sesuatu yang baru. Sampai kini, belum ada tes yang membuktikan adanya penularan dari manusia ke manusia.

Studi ini bukan analisis virologi, klinis ataupun epidemiologis. Karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) berkesimpulan, penularan virus flu burung dari manusia ke manusia yang efektif dan berkelanjutan tidak terjadi di negara manapun di dunia, termasuk Indonesia. Karena itu, dunia masih berada pada fase tiga pandemi yakni penularan dari hewan ke manusia.

Menurut WHO, untuk memastikan terjadinya penularan virus H5N1 dari manusia ke manusia digunakan kriteria sinyal epidemiologi dan virologi, Sinyal epidemiologi antara lain ditandai adanya klaster penderita flu burung dengan penularan generasi kedua atau lebih tanpa ada hubungan darah antar generasi atau adanya penularan pada petugas kesehatan yang merawat penderita flu burung.

Generasi penularan kedua adalah jika kasus awal menularkan pada orang kedua, lalu orang kedua menularkan pada orang ketiga, begitu seterusnya. “Sinyal virologi dideteksi melalui pemeriksaan isolat H5 yang diperoleh dari kegiatan pemantauan rutin kejadian luar biasa (KLB) flu burung. Pemeriksaan isolat virus hanya dilakukan oleh laboratorium yang telah memenuhi syarat keamanan biologis WHO,” kata Menkes menambahkan.

Sumber www.kompas.co.id


Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling