Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,682.00 14,682.000
AUD 10,289.79 10,289.790
HKD 1,870.49 1,870.490
MYR 3,340.82 3,340.820
NZD 9,319.95 9,319.950
NOK 1,505.18 1,505.180
GBP 18,234.11 18,234.110
SGD 10,592.07 10,592.070
CHF 14,887.29 14,887.290
JPY 11,426.16 11,426.160
MMK 7.93 7.930
INR 189.07 189.070
KWD 47,866.17 47,866.170
PKR 74.09 74.090
PHP 280.10 280.100
LKR 40.76 40.760
THB 424.81 424.810
BND 10,589.56 10,589.560
EUR 15,444.68 15,444.680
CNY 2,175.35 2,175.350
KRW 11.52 11.520
Last update: 25/05/22 13:03:21
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Lessons from Toyota’s Long Drive (5)
posted by admin on 02/08/07

Karyawan Toyota lebih banyak mendapat ilmu dari pekerjaannya sehari-hari di lapangan yang mengikuti Toyota Way daripada dari dalam kelas.

Bagaimana Toyota menyeimbangkan antara kebutuhan terhadap produk dengan kebutuhan jangka panjang SDM?. Membuat mobil adalah bisnis yang intensif dengan kapital, tapi manufaktur pada Toyota adalah bisnis yang intensif dengan ”human capital”. EVP anda semua mengatakan Toyota sedang menghadapi banyak kekurangan orang terlatih dan ini menjadi masalah serius di perusahaan.

Kebutuhan kami terhadap karyawam dikomplikasikan oleh banyak faktor yang bersifat spesifik untuk industri otomotif : panjangnya product life cycles; jaringan pemasok yang besar dan kompleks; semakin canggihnya teknologi yang beriringan dengan semakin tingginya tuntutan kemanan, lingkungan, dan kenyamanan berkendara.

EVP kami Mr. Mitsuo Kinoshita mengatakan, kami membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keakhlian terspesialisasi di teknologi baru dan tersedia secara global untuk menunjang ekspansi Toyota. Butuh waktu untuk mengembangkan orang-orang ini yang lebih banyak memperoleh pelatihan dalam bekerja daripada di dalam kelas. Hanya ketika karyawan mulai bekerja di Toyota barulah mereka mulai belajar dari atasannya nilai dan keakhlian apa yang mereka butuhkan supaya dapat melakukan pekerjaannya. Kebanyakan pabrik kami di luar Jepang dibangun sekitar sepuluh tahun yang lalu, sehingga bahkan karyawan seniorpun yang bertugas di luar negeri memiliki pengalaman relatif sedikit dalam menjalani Toyota Way.

Toyota mengembangkan orang tipe T. Garis vertikal dari T berarti karyawan mesti mengintensifkan atau memperdalam apa yang mereka lakukan, dan garis horizontal menunjukkan pekerjaan lain yang mereka mesti pelajari. Penciptaan pekerja tipe T ini menyita banyak waktu. Tetapi di negara lain di luar Jepang sulit mengerjakan karyawan untuk jangka panjang. Karenanya kami belajar bagaimana mempertahankan karyawan.

Awalnya kami menyebarkan Toyota Way melalui sistem pabrik induk (mother plant), dimana sebuah pabrik berlokasi di Jepang berfungsi sebagai induk dari setiap pabrik yang kami dirikan di luar negeri. Pabrik induk bertanggung jawab untuk melatih karyawan di luar negeri dan menanamkan Toyota Way kepada mereka.

Tetapi seiring semakin cepatnya perkembangan perusahaan di luar negeri kami tidak lagi menggunakan sistem ini. Kami sekarang mengirim karyawan dari Jepang yaitu para koordinator untuk menanamkan filosofi dan konsep di perusahaan kami di luar negeri. Ketika sebuah perusahaan selesai dibangun, koordinator akan berperan sebagai guru, atau sensei bagi karyawan. Beberapa tahun kemudian akan terbentuk koordinator generasi kedua yang lebih berperan sebagai ”coach” daripada ”mentor”. Beberapa tahun berikutnya lagi akan dilahirkan koordinator generasi ketiga yang akan lebih berperan sebagai penasehat daripada ”coach”.

Koordinator memegang peran penting dalam pelatihan karyawan yang menggunakan Toyota Way, tapi kita hanya memiliki 2.000 koordinator saja. Karyawan kami di Jepang bergantian berperan sebagai koordinator setiap tiga atau lima tahun. Menimbang besarnya bisnis kami, kami perlu tiga kali lebih banyak kordinator dari yang kami miliki sekarang.

Sumber : HBR Interview, Katsuaki Watanabe, July ’07

Lessons from Toyota’s Long Drive (1) [Click here]

Lessons from Toyota’s Long Drive (2) [Click here]

Lessons from Toyota’s Long Drive (3) [Click here]

Lessons from Toyota’s Long Drive (4) [Click here]

Lessons from Toyota’s Long Drive (5) [Click here]

Lessons from Toyota’s Long Drive (6) [Click here]

Lessons from Toyota’s Long Drive (7) [Click here]



Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling