Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,301.00 14,301.000
AUD 10,880.05 10,880.050
HKD 1,842.19 1,842.190
MYR 3,466.52 3,466.520
NZD 10,084.07 10,084.070
NOK 1,689.15 1,689.150
GBP 19,996.81 19,996.810
SGD 10,707.40 10,707.400
CHF 15,730.03 15,730.030
JPY 12,970.54 12,970.540
MMK 8.99 8.990
INR 194.38 194.380
KWD 47,723.22 47,723.220
PKR 91.12 91.120
PHP 296.91 296.910
LKR 72.06 72.060
THB 457.01 457.010
BND 10,777.56 10,777.560
EUR 17,164.39 17,164.390
CNY 2,222.56 2,222.560
KRW 12.74 12.740
Last update: 23/06/21 13:59:54
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
'Konsumsi unggas menurun'
posted by admin on 31/01/07

Tingkat konsumsi unggas di masyarakat Indonesia menurun drastis hingga 60% dalam beberapa bulan terakhir.

Masyarakat Unggas Indonesia menyatakan ini adalah akibat praktek sosialiasi yang kurang tepat di lapangan.

Dirjen Peternakan Departemen Pertanian menuding hal ini adalah akibat dari pemberitaan media yang membuat ketakutan di masyarakat.

Ternak ayam yang diperdagangkan turun semakin drastis sejak virus flu burung merebak kembali pada awal tahun ini.

Menurut Ketua Masyarakat Unggas Indonesia Tri Harjanto sebagai akibatnya sekitar 2 juta peternak kini menanggung kerugian lebih dari Rp1 trilyun.

Tetapi menurut Direktur Kesehatan Hewan Departemen Pertanian Musni Suatmodjo hal ini adalah efek dari pemberitaan media yang berlebihan tentang masalah flu burung.

Walau begitu beberapa warga masyarakat menilai justru pemberitaan media yang membuat mereka mengerti tentang penyakit flu burung dan bagaimana mengkonsumsi ayam.

Kekhawatiran ini bisa dipahahami menurut Tri Harjanto tetapi kekhawatiran ini akan menjadi menjadi ketakutan di masyarakat karena sosialiasi yang salah di lapangan.

Direktur Kesehatan Hewan Departemen Pertanian Musni Suatmodjo pihaknya tengah menyusun Instruksi Presiden (Inpres) yang akan mengatur petunjuk pelaksanaan penanganan flu burung.

Inpres itu akan mengatur penanganan mulai dari tingkat perternakan hingga pasar ternak yang tidak akan mengganggu industri ternak unggas yang sudah ada.
( BBC Indonesia )

Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling