Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,249.00 14,249.000
AUD 11,024.97 11,024.970
HKD 1,836.07 1,836.070
MYR 3,460.86 3,460.860
NZD 10,242.18 10,242.180
NOK 1,719.76 1,719.760
GBP 20,158.92 20,158.920
SGD 10,759.37 10,759.370
CHF 15,891.37 15,891.370
JPY 13,015.15 13,015.150
MMK 8.91 8.910
INR 195.28 195.280
KWD 47,401.72 47,401.720
PKR 91.83 91.830
PHP 298.62 298.620
LKR 71.84 71.840
THB 457.22 457.220
BND 10,764.03 10,764.030
EUR 17,332.08 17,332.080
CNY 2,229.23 2,229.230
KRW 12.79 12.790
Last update: 16/06/21 14:01:18
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Indonesia berpotensi kuasai pasar jagung
posted by admin on 22/01/07

harga kontrak jagung di Chicago diprediksi dapat mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Di koran kita ini, beberapa hari lalu, diberitakan harga kontrak jagung di Chicago diprediksi dapat mencapai level tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Sekitar 26 pihak yang terdiri dari trader, penasihat pertanian, dan ahli komoditas biji-bijian menyarankan pemodal agar membeli jagung.

Pada akhir pekan lalu, harga jagung memberikan keuntungan 1,6% kepada investor dan 81% sepanjang 2006. Harga kontrak jagung untuk pengiriman Maret akhir pekan lalu di Chicago naik US$0,06 menjadi US$3,90 per bushel.

Tidak banyak orang yang tahu, apa background di balik peristiwa itu? Data Deptan Amerika Serikat (USDA), memperlihatkan stok jagung di pasar internasional pada 2006 menurun sekitar 33 juta ton dibandingkan 2005. Stok akhir 2005 mencapai 125,6 juta ton, sedangkan tahun ini 92,7 juta ton.

"Menurunnya stok jagung di pasar internasional disebabkan meningkatnya permintaan, sementara produksi stabil," kata General Manager PT Du Pont Indonesia Mardahana.

Penurunan stok jagung itu, terjadi di negara penghasil jagung utama seperti AS, China, Uni Eropa dan Brasil. Terutama dalam 10 tahun terakhir. Sedangkan naiknya permintaan terutama untuk bahan baku bahan bakar etanol sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada minyak bumi yang harganya terus melambung.

"Fundamental dari peningkatan harga itu berasal dari rencana pengembangan industri etanol," kata Jerry Gidel, analis pasar North American Risk Management Services Inc, Chicago.

Selain itu, permintaan jagung itu juga untuk memenuhi kebutuhan industri makanan maupun industri pakan ternak. Total produksi jagung di tingkat dunia 690 juta ton, 40% di antaranya kontribusi AS, 20% dari China, 7% dari Uni Eropa dan Brasil sebanyak 6%.





Sedangkan pemakaian jagung untuk etanol khususnya di AS, pada 2005 mencapai 50 juta ton atau 20% dari kebutuhan jagung nasional, sementara untuk 2006 naik menjadi 55 juta ton (22%) dan pada 2008 diperkirakan meningkat menjadi 82 juta ton (30%).

Menurut Mardahana, kondisi pasar internasional seperti itu peluang bagi Indonesia meningkatkan produksi jagung dan menggenjot ekspor. "Indonesia berpeluang memasok jagung di pasar dunia," katanya.

Banyak hal yang mendukung. Rata-rata produksi jagung Indonesia masih rendah, masih berpotensi ditingkatkan. Selain masih tersedianya varietas unggul hibrida yang selama ini masih rendah, benih jagung Indonesia masih bebas dari rekayasa genetika.

Saat ini, kendati Indonesia melakukan ekspor jagung se-banyak 40.000-150.000 ton, impornya masih tinggi, sekitar 400.000 hingga 1,8 juta ton per tahun. Mampukah Indone-sia menjadi pemasok jagung dunia?

Deptan memperkirakan potensi ekspor jagung Indonesia pada 2010 mencapai hampir dua juta ton jika laju pertumbuhan produksi nasional dapat sebesar 4,54% per tahun dalam lima tahun mendatang.

Sementara itu, Mardana memperkirakan, Indonesia berpeluang ekspor jagung terutama ke negara tetangga seperti Malaysia sebesar 2,5 juta ton, Taiwan 4,6 juta ton, Jepang 16 juta ton, Korea 8,5 juta ton, China satu juta ton, Mesir 5,3 juta ton, Iran 2,3 juta ton, dan Arab Saudi 1,4 juta ton per tahun.

Dirjen Tanaman Pangan Deptan Sutarto Alimuso mengatakan dengan laju pertumbuhan produksi sebesar itu (4,54%), maka produksi nasional selama empat tahun mendatang diperkirakan bisa 15,46 juta ton atau naik 3,33 juta ton dari 12,13 juta ton pada 2006. "Jika kebutuhan jagung dalam negeri pada 2010 sekitar 13,55 juta ton, maka terjadi surplus 1,91 juta ton dan berpotensi diekspor," katanya.

Masih rendah

Sutarto menyatakan laju pertumbuhan produksi jagung sebesar 4,5% per tahun itu dicapai dengan upaya peningkatan produktivitas menjadi 3%-3,5% per hektare (ha).
Saat ini, produktivitas tanaman masih rendah, yakni hanya 3,4 ton per ha.

Seperti diketahui salah satu penyebab rendahnya produktivitas tanaman jagung di dalam negeri yakni rendahnya penggunaan benih hibrida yang diyakini memiliki produktivitas 6-7 ton per ha. Saat ini, pemakaian benih hibrida di dalam negeri baru 28% dari total areal tanaman jagung di Indonesia.

Kemudian varietas jagung yang banyak digunakan petani, 45% jenis komposit mencapai 45%. Padahal, produktivitasnya 3,5 ton per ha selain itu benih jagung lokal juga masih dimanfaatkan, yang mencapai 27% dengan produktivitas per hektare sebesar dua ton.

Pemerintah harusnya menangkap potensi pasar yang ada. Langkahnya, mendorong produksi jagung lokal, baik untuk pasar dalam negeri dan ekspor.

Sutarto mengatakan pemerintah sudah mempersiapkan ke arah itu. Misalnya, untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung dalam negeri, pada 2006 pemerintah memberikan bantuan benih hibrida sebanyak 4.048 ton untuk areal seluas 270.000 ha di 133 kabupaten pada 20 provinsi.

Selain itu, juga dilakukan sejumlah upaya seperti perluasan areal tanaman dan optimalisasi pemanfaatan lahan, pengamanan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman, pencegahan kehilangan hasil melalui penyiapan silo (gudang penyimpan) dan perbaikan infrastruktur irigasi.

Kita berharap, kondisi pasar jagung yang kondusif itu, seyogyanya, pemerintah tidak lagi berwacana melalui program yang ada. Ayo, kamu bisa. ( Bisnis Indonesia  )

Previous News     |      Next News

Current Rating: 4.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling