Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,682.00 14,682.000
AUD 10,289.79 10,289.790
HKD 1,870.49 1,870.490
MYR 3,340.82 3,340.820
NZD 9,319.95 9,319.950
NOK 1,505.18 1,505.180
GBP 18,234.11 18,234.110
SGD 10,592.07 10,592.070
CHF 14,887.29 14,887.290
JPY 11,426.16 11,426.160
MMK 7.93 7.930
INR 189.07 189.070
KWD 47,866.17 47,866.170
PKR 74.09 74.090
PHP 280.10 280.100
LKR 40.76 40.760
THB 424.81 424.810
BND 10,589.56 10,589.560
EUR 15,444.68 15,444.680
CNY 2,175.35 2,175.350
KRW 11.52 11.520
Last update: 25/05/22 13:03:21
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Bagaimana Menjaga Umur Otak Tetap Fit: Lakukan Aerobik
posted by admin on 17/11/06

Lupakan Teka – Teki Silang – Penelitian menunjukkan berolahraga 3 jam seminggu bisa meningkatkan memori, intelektualitas


Kunci menjaga ketajaman intelektualitas tidak dengan senam mental seperti yang sering direkomendasikan, namun senam yang sesungguhnya

Menurut hasil penelitian yang baru, penurunan umur otak secara perlahan tidak dapat dihindari. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menemukan sesuatu yang tidak hanya menghentikan penyusutan otak mulai pada usia 40 khususnya di area berkaitan dengan memori dan kognitif, namun juga membalikkannya dengan latihan aerobik. Sekurang-kurangnya 3 jam seminggu jalan kaki - tidak perlu tangga - kelihatan peningkatan aliran darah ke otak dan memicu perubahan biochemical yang meningkatkan produksi saraf otak baru

Berkenaan dengan umur otak, pemakaian normal dan tidak yang dimulai pada usia menengah menyebabkan otak memproses informasi lebih lambat, artinya butuh waktu lebih lama untuk mengambil keputusan dan menampung kompleksitas informasi. Otak yang lebih tua membutuhkan waktu lebih lama untuk berubah dari satu task ke task yg lain dan kurang beradaptasi dengan “multitasking” (seperti menyetir sambil menghidupkan radio)

Pencarian terhadap cara memperlambat penurunan mental dan perubahan yg bisa merugikan otak ditinjau dari umur otak telah memberikan arah balik yg tidak diharapkan akhir-akhir ini. Kebijaksanaan yang popular, seperti layaknya para ilmuwan telah menyatakan bahwa cara untuk menjaga ketajaman mental adalah dengan melakukan senam mental. Teka-Teki silang, membaca, mendengarkan musik instrumental dan tatantangan pikiran yang umum ditujukan untuk menunda kerusakan mental pada usia tua

Sesuatu yang sulit untuk dibuktikan. Namun dukungan pada manfaat otak dari adanya latihan fisik semakin kuat. Sejumlah penelitian awal menunjukkan bahwa orang yang lebih tua yang melakukan latihan aerobik menunjukkan peningkatan fungsi kognitif setelah beberapa bulan, kata Arthur Kramer dari University of Illinois, Urbana: Kerja memory mereka menjadi lebih baik, mereka lebih cepat switch antara kerja mental, dan mereka bisa melakukan screening lebih baik daripada orang yang tidak melakukan latihan

Saat ini, mereka telah menemukan apa yang menjadi basis untuk pengembangan otak ini. Sekurang-kurangnya 3 jam seminggu latihan aerobik meningkatkan volume otak area abu-abu (saraf-saraf actual) dan area putih (hubungan antar saraf), mereka membuat laporan ini pada Journal of Gerontology: Medical Science yang diterbitkan Novenber. “ Setelah hanya 3 bulan,” kata Prof. Kramer, “orang yang melakukan latihan mempunyai volume otak 3 tahun lebih muda.”

Hingga tahun 1998, dogma saraf menyatakan bahwa otak tua tidak menumbuhkan saraf-saraf baru. Penelitian pada seorang pasien di Swedia membalikkan asumsi tersebut. Namun demikian para ilmuwan tidak tahu apakah orang bisa melakukan sesuatu untuk menaikkan “neurogenesis” ini, atau bahkan melakukan sesuatu yg mungkin memberikan manfaat kognitif. Penelitian Illinoiis karenanya menjadi yang pertama menemukan bahwa otak tua bisa saja memproduksi saraf-saraf baru (belum ada penelitian apakah otak yang lebih muda bisa) dan kelihatannya cukup membuat perbedaan yang nyata di dunia. Penelitian baik terhadap manusia dan binatang sudah menunjukkan hubungan peningkatan volume otak (yang terjadi karena obat-obatan) terhadap peningkatan daya pikir, daya ingat dan fleksibilitas kognitif (berpikir diluar kotak) serta preservasi (tidak stuck pada satu pikiran saja)

“Ini adalah cerita yang hebat,” kata Fred Gage dari Salk Institute, La Jolla, Calif., yang tidak terlibat dalam penelitian Urbana tapi memimpin penemuan neurogenesis manusia di tahun 1998. “Anda bisa melakukan sesuatu untuk mempengaruhi keyakinan mental anda saat anda menjadi lebih tua.” Ilmuwan Urbana mempelajari 59 orang dewasa, usia antara 60 – 79, mendapatkan training aerobik, peregangan non aerobic dan toning training, atau tidak sama sekali. Dua grup yg pertama berlatih selama satu jam tiga kali seminggu, berjalan mengelilingi gym paling sedikit lebih dari 3 mil per jam. Peneliti menggunakan MRI (Magnetic Resonance Imaging) sebelum dan sesudah program untuk mengukur otak dari para sukarelawan tadi

Namun, “grup aerobik menunjukkan peningkatan yang substansial pada volume otak,” kata Dr. Kramer. Area abu-abu meningkat lebih banyak pada cuping bagian depan, dudukan dari penerimaan pemikiran yang tinggi seperti perhatian dan memori. Area putih meningkat lebih banyak dalam kalosum. Ini adalah bundel saraf yang berhubungan dengan otak kanan dan kiri, dan kekacauan akibat usia menyebabkan berpikir menjadi lebih lambat. Dengan hubungan yang lebih baik, hemisfir yang melakukan beberapa task bisa mengirimkan sinyal ke bagian lain hingga membuta kogniftif menjadi lebih efisien

“Ini pertama sekali setiap orang menunjukkan bahwa latihan meningkatkan volume otak di usia yang lebih tua,” kata Dr. Kramer. “ Disarankan bahwa latihan aerobik bisa menunda penurunan neural dan bahkan berbalik ke usia normal-sehubungan dengan deteriorasi struktur otak

Karena para sukarelawan semuanya sehat, penelitian ini tidak ditujukan apakah olahraga yg dilakukan lambat, membiarkan seorang diri melakukannya, umur yang dihubungkan dengan penyakit otak seperti Alzheimer’s. Dan karena para ilmuwan tidak menempatkan sukarelawan melalui cara hidup, mereka tidak bisa mengatakan apakah latihan yg berkelanjutan akan menaikkan neurogesis bahkan lebih jauh, atau manfaat yg diperoleh diluar beberapa point sebelumnya

Walaupun penelitian meliputi beberapa orang, para ilmuwan yang tidak terlibat didalamnya mengatakan bahwa ini berkenaan dengan bukti perkembangan tubuh tentang penuaan otak. “orang yang berbeda dari labs yang berbeda memperoleh jawaban yang sama: bukti dari sebuah peningkatan kapasitias kognitif dari adanya latihan,” kata Salk’s Prof. Gage.

Penelitian terhadap hewan mengkonfirmasikan hubungan antara menggerakkan badan dan pemompaan otak. Saat tikus di laboratorium melakukan banyak gerakan seperti berlari roda, hubungan antara saraf tumbuh lebih panjang dan banyak. Dan terhadap pertanda hasil Urbana, Kata prof. Gage, neuorogenesis terbentuk dalam otak yang melakukan olahraga lari. Bahkan tikus-tikus yang tidak mulai berolahraga hingga usianya lebih tua, berolah raga tidak melulu hanya mengatasi penurunan dalam neurogenesis namun juga mengembalikannya.

“Terjadi aktifasi dari sel neural stem, yang menjadikan sel-sel tersebut selalu ada tapi menjadi tidak aktif (tidur) sejalan dengan usia. “Berolah raga membangkitkan mereka dan sel-sel tersebut mulai melahirkan saraf-saraf yang meningkatkan kemampuan berpikir & memori tikus

Bagaimana mungkin latihan mengerjakan keajaiban ini ? Penelitian di laboratorium hewan menunjukkan bahwa latihan menaikkan tingkatan darah dari molekul yang disebut dengan IGF-1 (untuk insulin – semacam factor penumbuh). Normalnya, IGF-1 tidak melintasi hambatan darah ke otak, jelas Prof. Gage, tetapi “ dengan melakukan latihan”. IGF-1 meingkatkan aliran darah yang bagus bagi saraf otak. Bahkan yang lebih penting,

Mempengaruhi sel neural stem untuk membentuk saraf-saraf yg sebenarnya dan funsi sel-sel otak lainnya.

Hippocampus, sebuah struktur penting dalam pembentukan memori baru khususnya yang mendapatkan manfaat dari IGF-1 ini. Dengan adanya hal yang sifat-nya abu-abu & putih, “otak akan lebih terinterkoneksi, lebih lentur dan adaftif terhadap perubahan,” Kata Prof. Kramer.


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 4.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling