Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,682.00 14,682.000
AUD 10,289.79 10,289.790
HKD 1,870.49 1,870.490
MYR 3,340.82 3,340.820
NZD 9,319.95 9,319.950
NOK 1,505.18 1,505.180
GBP 18,234.11 18,234.110
SGD 10,592.07 10,592.070
CHF 14,887.29 14,887.290
JPY 11,426.16 11,426.160
MMK 7.93 7.930
INR 189.07 189.070
KWD 47,866.17 47,866.170
PKR 74.09 74.090
PHP 280.10 280.100
LKR 40.76 40.760
THB 424.81 424.810
BND 10,589.56 10,589.560
EUR 15,444.68 15,444.680
CNY 2,175.35 2,175.350
KRW 11.52 11.520
Last update: 25/05/22 13:03:21
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Berkonsentrasi pada diagnosa sebelum mencoba menyelesaikan masalah ( 2 )
posted by admin on 15/11/06

Mendiagnosa permasalahan yaitu dengan tepat mengartikulasikan masalah yang sebenarnya, harus selalu dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan usaha untuk dapat menemukan solusi.

Pada hari Jumat siang yang panas di bulan Agustus 1972, saya berjalan ke perpustakaan Tarlton Law di Sekolah Hukum Universitas Texas untuk menyelesaikan tugas penelitian hukum di tingkat pertama. Saya memegang kertas tugas yang diberikan oleh instruktur dan dikatakan bahwa untuk menyelesaikan tugas tersebut tidak akan memakan waktu lebih dari dua jam.

Saya di dalam berputar - putar mengelilingi perpustakaan, mencoba menemukan buku - buku yang mungkin akan mengarahkan saya pada satu jawaban, tapi nyatanya saya tersesat di antara ratusan dari ribuan jilid buku yang ada di dalam perpustakaan hukum terbesar di dunia. Aroma dari buku - buku tua berlumut yang ditumpuk dalam rak - rak tersembunyi jauh di dalam perpustakaan meninggalkan kenangan tak terlupakan sampai sekarang. Saat saya kembali menekuni penelitian saya, hari sudah mulai malam dan gelap serta lampu perpustakaan dinyalakan. Para siswa secara bertahap meninggalkan perpustakaan, dan saya duduk sendirian dikelilingi oleh buku - buku hukum yang tertumpuk tinggi di meja baca saya. Menyadari bahwa tugas ini mungkin akan memerlukan waktu berjam - jam lagi untuk dapat saya selesaikan, kemudian saya menelepon istri dan berpesan padanya tidak usah menunggu saya pulang segera malam ini.

Seorang petugas kebersihan menyalakan lampu di tengah malam. Saya menunggu beberapa menit dalam kegelapan, lalu menyalakan lampu baca kecil, berharap tidak sampai ketahuan. Meskipun siswa sekolah hukum memperoleh ijin untuk berada  di dalam perpustakaan, saya tidak ingin berargumentasi masalah ini dengan petugas kebersihan yang mungkin akan mempunyai persepsi berbeda. Satu jam berikutnya, dan saya belum mendapatkan jawaban, saya telah menghabiskan waktu sepanjang malam untuk membaca kutipan - kutipan dari lusinan buku. Sinar matahari mulai masuk melalui jendela yang tinggi di waktu dinihari dan cahayanya jatuh pada seorang siswa yang kebingungan yang duduk di bawah foto berbingkai emas dari beberapa pengacara terhebat sepanjang sejarah Texas. Saya kehabisan tenaga dan tidak tahu lagi bagaimana untuk menyelesaikan jawaban, saya pikir saya mungkin tidak akan pernah menjadi seorang pengacara, apalagi pengacara yang hebat. Memenuhi setumpuk catatan tak beraturan ke dalam tas kerja saya, saya berjalan ke udara pagi yang segar dan terduduk pada sebuah bangku taman.

Setelah memanjakan diri untuk beberapa saat, dan memandang sekali lagi untuk terakhir kalinya ke kertas tugas, saya memperhatikan di bagian bawah sebuah instruksi yang sebelumnya saya anggap tidak penting dan saya lewatkan begitu saja. Instruksi itu berbunyi: ” Tuliskan dalam satu kalimat sebuah pernyataan  yang tepat mengenai permasalahannya sebelum memulai penelitian anda ”. Sekarang saya putus asa, ingin mencoba apapun. Seluruh aktifitas begadang saya di perpustakaan benar-benar merupakan pembuangan waktu sia - sia. Beberapa menit lagi tak akan membuat hal ini lebih buruk. Lalu, saya menelan kesombongan saya dan mencoba untuk menulis sebuah kalimat. Kalimat yang saya buat benar - benar tidak masuk akal. Saya mencoba lagi. Usaha kedua ini bahkan tampak lebih bodoh lagi. Apakah saya terlalu lelah hanya untuk menulis sebuah kalimat sederhana ? Tidak ingin menyerah begitu saja, saya terus membuat draft dan draft berulang kali hingga akhirnya saya menulis sebuah kalimat yang memuaskan saya.

Setelah mendapatkan sebuah pernyataan yang dapat dikerjakan dan kelihatannya mengekspresikan permasalahan yang saling berkaitan, saya kembali ke perpustakaan terakhir kalinya untuk mencari jawabannya. Dalam waktu kurang dari 15 menit, mata lelah saya mendarat pada sebuah kasus yang dapat menyelesaikan tugas saya.

Pagi itu, saya belajar dari sebuah pelajaran seumur hidup yang jauh lebih penting daripada jawaban apapun untuk pertanyaan di bidang hukum. Mendiagnosa permasalahan yaitu dengan tepat mengartikulasikan masalah yang sebenarnya, harus selalu dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan usaha untuk dapat menemukan solusi. Albert Einstein pernah berkata, ” Perumusan suatu masalah jauh lebih penting daripada solusinya ”. Saat ditanya apa yang akan dia lakukan jika dia hanya punya waktu satu jam untuk memperhitungkan bagaimana untuk menyelamatkan hidupnya sendiri dari kematian yang sudah dekat dan pasti ? Einstein berkata ia akan berkonsentrasi selama 55 menit untuk mendiagnosa masalah dan percaya bahwa solusi akan mengikuti dengan mudah di sisa waktu yang hanya 5 menit. Untuk menemukan solusi yang tepat, kita harus terlebih dahulu bertanya menggunakan pertanyaan yang tepat, bila tidak maka jawabannya akan tetap tersembunyi di dalam lautan informasi.

Banyak orang mengetahui bahwa untuk mendapatkan sebuah jawaban kita harus mendiagnosa terlebih dahulu, tetapi orang tidak sabar untuk mendapatkan jawabannya, mereka tidak berkonsentrasi dengan cukup pada saat melakukan diagnosa. Mentalitas yang ingin cepat mendapat jawaban dapat saja memperoleh jawaban yang diharapkan, tetapi jawaban tersebut belum tentu jawaban yang paling efektif dan tahan lama. Diagnosa yang dangkal hanya menyembuhkan gejala - gejala, tetapi sering membiarkan permasalahan utama berkembang menjadi semakin parah.

By Charles W. Mc Coy, Jr. author of the book : " Why didn't I think of That ? "


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 3.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling