Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,301.00 14,301.000
AUD 10,880.05 10,880.050
HKD 1,842.19 1,842.190
MYR 3,466.52 3,466.520
NZD 10,084.07 10,084.070
NOK 1,689.15 1,689.150
GBP 19,996.81 19,996.810
SGD 10,707.40 10,707.400
CHF 15,730.03 15,730.030
JPY 12,970.54 12,970.540
MMK 8.99 8.990
INR 194.38 194.380
KWD 47,723.22 47,723.220
PKR 91.12 91.120
PHP 296.91 296.910
LKR 72.06 72.060
THB 457.01 457.010
BND 10,777.56 10,777.560
EUR 17,164.39 17,164.390
CNY 2,222.56 2,222.560
KRW 12.74 12.740
Last update: 23/06/21 13:59:54
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Tantangan Dunia Budidaya Udang
posted by admin on 20/04/06

Sebagai penghasil devisa dari sektor perikanan, budidaya udang, keberadaannya dewasa ini semakin jadi tumpuan. 

Masalahnya, untuk membudidayakan udang itu ternyata tidak mudah. Banyak syarat yang harus dipenuhi, karena selain udang harus berkualitas, tambaknya ramah lingkungan dan usahanya berkelanjutan, udang hasil budidaya kudu dijamin aman dan sehat untuk dikonsumsi.

BUDIDAYA UDANG merupakan salah satu andalan penghasil devisa bagi negara Indonesia yang berasal dari dunia perikanan. Kita sebagai praktisi dalam bidang usaha ini, tentunya sangat berkepentingan dengan perkembangan budidaya udang ini, baik dalam aspek teknolgi budidayanya, processing-nya mau pun pemasarannya.

Sebagai pengusaha dan praktisi budidaya udang, kita selalu memikirkan: bagaimana mengeksplorasi segala sumber daya yang ada untuk memperoleh hasil yang maksimal dengan biaya serendah-rendahnya. Sedangkan para environmentalis (pencinta lingkungan) selalu berpikir: bagaimana dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh budidaya udang ini dapat dihindari.

Benturan pandangan dari kedua sisi ini seolah-olah menjadi gas dan rem pada mobil. Selain itu, saat ini, dengan meningkatnya kesadaran pola hidup yang sehat, para konsumen menuntut segala produk budidaya udang ini aman untuk mereka konsumsi.

Tantangan bagi para pembudidaya udang saat ini tentu saja menjadi: “Bagaimana membudidayakan udang dengan hasil maksimal, akan tetapi dengan dampak kerusakan lingkungan yang minimal”. Selain itu sebagai produk yang akan dikonsumsi oleh manusia, hasil panen dari tambak udang haruslah aman bagi para konsumennya, sehingga bahan-bahan yang digunakan dalam membudidayakan udang harus tidak berdampak buruk bagi para penikmat udang di negara konsumen. Pendek kata, saat ini, tantangan bagi para pembudidaya udang adalah: “How to run greener and cleaner food production system”.

Ada tiga pertanyaan yang harus bisa dijawab oleh para pembudidaya udang —termasuk kita— sebelum produknya memasuki pasar udang di Amerika Serikat, Uni Eropa dan Asia (Jepang), yaitu: 

1. Apakah udang yang diproduksi aman untuk dimakan atau bebas antibiotic, tidak ada bakteri salmonella, vibrio, e.colli, tidak ada pestisida, dan yang lainnya? 

2. Apakah sistem budidaya yang digunakan ramah lingkungan atau tidak, alias tidak menimbulkan euthropikasi, tidak merusak hutan bakau, tidak menyebabkan desalinasi air tawar? 

3. Apakah sistem manajemen yang diterapkan bertanggung jawab terhadap masyarakat sekitar atau tidak?

Untuk menjawab tiga pertanyaan di atas, mutlak diterapkan budidaya udang yang bertanggung jawab, yang meliputi: 

Satu, pemilihan lokasi. Tambak hanya dibuat di tempat yang sudah diijinkan oleh pemerintah, dengan tidak merusak hutan bakau, penggunaan lahan secara efisien dan sumber air yang cocok untuk budidaya udang. Menjaga biodiversity (keanekaragaman hayati), ekologi, fungsi habitat dan ekosistem. Juga menghargai fungsi tanah untuk kepentingan yang lain, orang dan spesies lain yang juga memakai ekosistem yang sama. 

Kedua, desain tambak. Desain dan konstruksi tambak harus menurunkan dan mengurangi kerusakan lingkungan. Dalam mendesain tambak harus disediakan buffer area dan harus meminimalkan erosi, salinasi air tawar selama konstruksi dan operasi. 

Ketiga, pemakaian dan ganti air. Pemakaian air harus harus menjaga sumber air, mendukung biosecurity dan kesehatan udang; meminimalkan limbah ke lingkungan. 

Keempat, induk dan post larvae. Menggunakan induk udang (broodstock) yang sudah didomestikasi, Specific Pathogen Free (SPF) atau Specific Pathogen Resistant (SPR) untuk broodstock mau pun post larvae guna menjaga biosecurity, menurunkan peluang terjadinya penyakit dan meningkatkan produksi, sekaligus menurunkan ketergantungan pada broodstock alami. 

Kelima, pakan udang. Pemakaian dan manajemen pakan yang efisien dalam pemanfaatan sumber pakan, mendukung pertumbuhan yang efisien, menurunkan limbah buangan dan idealnya ikut berkontribusi dalam rantai makanan binatang aquatic.
Keenam, tidak menggunakan bahan-bahan yang membahayakan kesehatan manusia. Bahan-bahan yang digunakan dalam budidaya udang haruslah bahan yang aman bagi kesehatan manusia, baik yang berhubungan langsung dengan bahan tersebut mau pun konsumen yang akan memakan udang. Antibiotik tidak boleh dipergunakan, sebab menimbulkan resistensi penyakit dan mempunyai dampak negatif bagi para konsumen. Pestisida, logam berat dan bahan-bahan secara estetis tidak dapat diterima oleh manusia tidak boleh dipergunakan dalam budidaya udang. 

Ketujuh, sistem pemanenan dan pengolahan yang aman bagi konsumen. Pemanenan dan pengolahan harus menjamin udang yang dihasilkan bebas dari pathogen yang membahayakan manusia, seperti salmonella, e.colli, vibrio dan lain-lainnya, dan udang juga harus terjaga kesegarannya. Udang harus bebas dari material non edible, seperti lumpur, pasir dan lain sebagainya. 

Kedelapan, keuntungan sosial dan kesetaraan. Mengembangkan dan mengoperasikan tambak yang bertanggungjawab sosial yang menguntungkan tambak, masyarakat sekitar, negara dan berperan serta dalam pengembangan wilayah tertinggal (pedalaman), terutama menurunkan kemiskinan di daerah pesisir di negara berkembang.


Dany Yukasano
Manager Aquaculture Blok 02 Modul 15-22


Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling