Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,682.00 14,682.000
AUD 10,289.79 10,289.790
HKD 1,870.49 1,870.490
MYR 3,340.82 3,340.820
NZD 9,319.95 9,319.950
NOK 1,505.18 1,505.180
GBP 18,234.11 18,234.110
SGD 10,592.07 10,592.070
CHF 14,887.29 14,887.290
JPY 11,426.16 11,426.160
MMK 7.93 7.930
INR 189.07 189.070
KWD 47,866.17 47,866.170
PKR 74.09 74.090
PHP 280.10 280.100
LKR 40.76 40.760
THB 424.81 424.810
BND 10,589.56 10,589.560
EUR 15,444.68 15,444.680
CNY 2,175.35 2,175.350
KRW 11.52 11.520
Last update: 25/05/22 13:03:21
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Apakah Pemikiran Anda Sudah Jelas?
posted by admin on 08/11/06

Pemikiran yang tidak jelas berakibat fatal terhadap Flight 52 yang memakan banyak korban jiwa.

Kejelasan dalam berpikir, seharusnya dapat menyelamatkan banyak nyawa ketika Avianca Airlines Flight 52 memasuki langit di kawasan New York City dengan bahan bakar yang masih cukup untuk tetap berada di udara selama sedikit lebih dari satu jam lagi.

Cuaca buruk dan kondisi trafik udara yang sibuk di malam hari tanggal 25 Januari 1990 telah memaksa pengawas menara kontrol untuk membiarkan Flight 52 berada di udara selama jeda waktu yang terlalu lama sehingga akhirnya membawa bencana kepada sebagian besar penumpangnya. Dalam kondisi tersebut awak kokpit mengabari menara kontrol bahwa pesawat akan kehabisan bahan bakar sebelum pesawat dapat mendarat di lapangan terbang pengganti di Boston. Karenanya pilot meminta pendaratan di bandara Kennedy dan segera disetujui oleh menara kontrol .

Selama melakukan penerbangan menurun, kapten pesawat menukikkan hidung pesawat setajam mungkin dengan tujuan untuk mengirit bahan bakar. Petugas menara kontrol mengetahui bahwa Flight 52 kekurangan bahan bakar, tetapi tidak mengetahui berapa banyak kurangnya. Mendekati bandara, kapten bertanya kepada kru penerbang, ” Dapatkah saya menurunkan persneling pendaratan sekarang?”. Ko-pilot menjawab.”Jangan, masih terlalu awal. Jika kita menurunkan persneling sekarang, kita harus mempertahankan posisi sudut hidung pesawat dengan kemiringan yang sangat tinggi”.

Tiba-tiba, dorongan angin kencang membuat Flight 52 anjlok sedalam 150 meter, sehingga membunyikan alarm kokpit secara otomatis ”whoop whoop, balik naik! whoop whoop, balik naik”. Kapten pilot saat itu juga kehilangan pandangan terhadap jalur pendaratan dan dengan panik menanyakan para anggota kru apakah mereka dapat melihatnya. Ketika para kru tidak dapat melihatnya, kapten secara mendadak membatalkan pendaratan dan berputar menuju angkasa untuk mencoba pendaratan berikutnya.

”Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan jalur pendaratan, saya tidak melihatnya”, kata kapten. ”Saya tidak dapat melihatnya”, kata ko-pilot. ” saya tidak dapat melihatnya”, kata mekanik penerbangan. Kapten menginstruksikan ko-pilot untuk membuka komunikasi radio dengan menara kontrol dan menyatakan mereka dalam kondisi ”emergensi”, dan ko-pilot menyiarkan pesannya, ” Kita akan coba sekali lagi. Kita kehabisan bahan bakar”. Dia tidak menyebut kata ”emergensi” seperti yang diinstruksikan. Kata tersebut merupakan sebuah istilah sangat penting yang akan menjabarkan dengan lebih jelas kondisi yang sebenarnya kepada menara kontrol. Beberapa saat kemudian, kapten kembali menginstruksikan ko-pilot ” Beritahu menara kontrol kita berada dalam keadaan emergensi!”. ”Apakah kamu sudah menyampaikannya?”, dia bertanya kepada ko-pilot. ” Sudah Pak”, kata ko-pilot, ” Saya sudah menyampaikannya”.

Sementara ko-pilot merasa dia telah menyampaikan pesannya dengan jelas kepada menara kontrol, nyatanya petugas menara kontrol malahan mengijinkan pesawat-pesawat lainnya untuk mendarat lebih dulu dari Flight 52. Petugas memberikan jalur pendaratan yang dapat digunakan oleh Flight 52 dalam waktu 15 menit kemudian. Akhirnya Flight 52 mendapat gilirannya untuk mendarat.

”Api!” teriak mekanik penerbangan ” Api di mesin nomor empat...... Api di mesin nomor tiga”. Bunyi gelegar mesin jet yang dengan cepat kehilangan tenaganya mendominasi alat perekam yang berada di kokpit sementara keempat mesin Boeing 707 mati. Dalam beberapa detik, Flight 52 jatuh menghantam di atas sebuah jalan kecil dua jalur di wilayah Cove Neck, Long Island yang sepi, menabrak pepohonan dan membinasakan 73 dari 158 penumpangnya.

Sebagaimana yang sering terjadi pada kecelakaan pesawat terbang, banyak kombinasi faktor penyebab kecelakaan tersebut. Berada di urutan teratas adalah pemikiran dan komunikasi yang tidak jelas. Kru pesawat tidak pernah menyatakan kondisi emergensi bahan bakar, yang seharusnya akan memicu respon yang lebih cepat dari darat. Di saat kondisi kritis dimana kapten ingin menyatakan kondisi emergensi, ko-pilot gagal untuk mengartikan maksud sang kapten dalam komunikasinya. Sebaliknya ko-pilot mengirim pesan radio, ”Kita kehabisan bahan bakar”. Ko-pilot rupanya berasumsi menara kontrol akan menangkap pesan itu sebagai kondisi emergensi bahan bakar. Nyatanya mereka tidak menangkap pesan itu.

Pemikiran yang tajam selalu tergantung pada kejelasan. Tanpa kejelasan, akan timbul ambiguitas dan kebingungan. Sama seperti bahasa yang tidak jelas akan menimbulkan komunikasi yang salah, pemikiran yang tidak jelas juga akan menimbulkan salah pengertian dan salah penilaian.

Pertanyaan-pertanyaan di bawah akan membantu  memperjelas pemikiran anda.

• Apakah pemikiran ini mengandung ambiguitas?
• Apakah pemikiran ini samar-samar?
• Apakah pemikiran ini memiliki bobot intelektual?
• Apakah saya telah mendefinisikan dengan jelas terminologi dan konsep utama?
• Apakah pemikiran ini perlu ditelaah lebih lanjut?
• Dapatkah saya mengilustrasikan secara lebih baik atau menjelaskan pemikiran saya?
• Dapatkah saya menjabarkan pemikiran saya secara grafis?

Saya secara rutin mentes pemikiran orang lain dengan bertanya dan membuat pernyataan berikut ini.

• Apa yang kamu maksudkan dengan ini?
• Coba definisikan terminologi ini
• Dapatkah kamu lebih spesifik?
• Berikan saya contoh-contoh
• Coba ilustrasikan poin tersebut
• Deskripsikan hal ini dengan cara yang berbeda
• Dapatkah kamu menggambarkannya?
• Dapatkah kamu menampilkannya dengan lebih sederhana?
• Ijinkan saya mengulangi kembali untuk memastikan saya dengan jelas telah mengerti apa yang kamu maksudkan.


Pertanyaan dan pernyataan seperti di atas, ketika diterapkan kepada diri anda, orang-orang yang bekerja sama dengan anda, dan orang-orang dalam kehidupan pribadi anda, dapat secara berarti meningkatkan kualitas berpikir karena teknik ini menyediakan sebuah mekanisme yang nyata untuk memonitor dan meningkatkan kejelasan.

Oleh Charles W. McCoy, Jr., pengarang buku : Why Didn’t I Think Of That?

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling