Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,865.00 14,865.000
AUD 10,236.34 10,236.340
HKD 1,894.37 1,894.370
MYR 3,375.83 3,375.830
NZD 9,275.76 9,275.760
NOK 1,505.48 1,505.480
GBP 18,089.52 18,089.520
SGD 10,687.17 10,687.170
CHF 15,533.89 15,533.890
JPY 10,944.31 10,944.310
MMK 8.08 8.080
INR 188.60 188.600
KWD 48,464.03 48,464.030
PKR 72.29 72.290
PHP 270.59 270.590
LKR 41.26 41.260
THB 420.86 420.860
BND 10,700.27 10,700.270
EUR 15,591.30 15,591.300
CNY 2,219.01 2,219.010
KRW 11.50 11.500
Last update: 06/07/22 11:32:33
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Konsentrasi Pada Fakta Yang Penting
posted by admin on 06/11/06

Pemikir perseptif akan memusatkan perhatian mereka terhadap hal yang dianggap paling perlu untuk dilakukan.

Pengecekan yang dilakukan berulang-ulang akan menolong anda supaya tidak salah mengartikan fakta-fakta penting yang dibutuhkan untuk membuat keputusan bijak dan dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. Dalam kebanyakan situasi, biasanya hanya terdapat sejumlah kecil fakta penting yang dapat berperan besar dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang terbaik. Pemikir perseptif akan memusatkan perhatian mereka terhadap hal yang dianggap paling perlu untuk dilakukan. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh para pemimpin serikat buruh Ford Motor Company di pertengahan tahun 1950-an ketika mereka terlibat dalam perselisihan dengan seorang manajer pabrik yang paling cerdik, George Vincent.

Vincent, seperti Henry Ford, percaya bahwa manufaktur, bukan keuangan, yang menggerakkan kesuksesan perusahaan. Karenanya, secara alamiah, dia menganggap dengan sebelah mata para anak-anak muda yang pandai (whiz kids) dari kantor pusat di Detroit. Sikapnya ini sama seperti sikapnya terhadap para perwakilan serikat buruh. Anak-anak muda dari Detroit coba mengatur Vincent melalui angka; tetapi orang, bukan angka, yang merakit mobil. Sementara itu, Vincent tahu bagaimana dia harus mejalankan permainannya, memberikan kantor pusat angka yang mereka minta tetapi dengan sebuah pembalasan. Ketika Detroit memaksanya untuk tidak mentolerir timbulnya sisa-sisa komponen di akhir proses produksi, Vincent secara sembunyi-sembunyi membuang berton-ton suku cadang ke dalam sungai Delaware tanpa dapat dideteksi oleh kantor pusat karena angka laporan yang dia laporkan “bersih” tanpa cacat.

Para anak muda Detroit bicara kualitas, tapi di telinga Vincent kata tersebut seperti kata-kata canggih manajemen paling mutakhir yang sulit dimengerti orang awam. Setiap kali Vincent meminta penambahan produksi, kantor pusat malahan membuat kontrak baru dengan serikat pekerja yang isinya membatasi kecepatan pergerakan lini produksi. Bagi Vincent hal ini seperti memasukkan 5 pon Jell-O (jelatin) ke dalam kontainer dengan kapasitas 1 pon, sebuah pekerjaan sia-sia bagi seorang seperti Vincent yang tidak ingin memperoleh hasil kerja yang buruk. Akhirnya, Vincent yang banyak akalnya mendapatkan solusi yang ampuh ; secara rahasia membuat lebih banyak mobil untuk melawan kuota produksi yang tidak masuk akal.

Begini cara dia melakukannya. Mobil-mobil yang bergerak menuruni lini perakitan secara normal dipisahkan oleh tongkat kayu dengan panjang 1,2 meter. Vincent secara rahasia memotong masing-masing tongkat kayu tersebut sepanjang 7,5 cm, sehingga secara efektif akan meningkatkan produksi sebesar 6%. Hanya sedikit dari orang-orang terdekatnya saja yang mengetahui hal ini.

Para pekerja yang bekerja di lini perakitan merasakan terjadinya peningkatan beban kerja dan segera melompat pada kesimpulan bahwa Vincent telah melanggar kontrak serikat kerja yaitu dengan menambah kecepatan pergerakan lini. Para serikat, belajar dari masa lalu, mengetahui para manajer pabrik yang memiliki akses ke ruang kontrol telah menyalah gunakannya yaitu secara perlahan-lahan meningkatkan kecepatan lini dengan satuan percepatan yang sangat kecil dan hampir tidak terasa. Fokus perhatian dari serikat buruh terhadap “ kecepatan lini” telah menciptakan cacat dalam pemikiran mereka. Hal inilah yang dieksploitasi oleh Vincent.

Dengan mengukur kecepatan lini dan bukannya output, serikat gagal mendeteksi sebuah fakta paling penting yaitu lebih banyak mobil yang keluar dari lini perakitan karena Vincent telah meningkatkan jumlah mobil yang diproduksi dalam waktu yang sama. Tanpa mengetahui fakta penting tersebut serikat tidak dapat melihat ataupun menduga sumber utama dari permasalahan mereka. Mereka menghabiskan enersi mereka dalam usahanya untuk membuktikan sebuah fakta yang tampaknya benar padahal salah. Satu-satunya alat ukur mereka, walaupun tampaknya akurat sepenuhnya, membawa mereka kepada kekalahan. Beberapa tahun kemudian, akhirnya mereka sadar akan tipu muslihat yang dilakukan Vincent. Para pemimpin serikat harus bertanya pada diri mereka sendiri, ” Kenapa kita tidak melihat hal tersebut?”.

Pemikir perseptif akan menyaring semua fakta-fakta yang tersedia, dan terus menerus mencari fakta-fakta baru yang berguna.

Oleh Charles W. McCoy, Jr., pengarang buku : Why Didn’t I Think Of That?

Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling