Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,865.00 14,865.000
AUD 10,236.34 10,236.340
HKD 1,894.37 1,894.370
MYR 3,375.83 3,375.830
NZD 9,275.76 9,275.760
NOK 1,505.48 1,505.480
GBP 18,089.52 18,089.520
SGD 10,687.17 10,687.170
CHF 15,533.89 15,533.890
JPY 10,944.31 10,944.310
MMK 8.08 8.080
INR 188.60 188.600
KWD 48,464.03 48,464.030
PKR 72.29 72.290
PHP 270.59 270.590
LKR 41.26 41.260
THB 420.86 420.860
BND 10,700.27 10,700.270
EUR 15,591.30 15,591.300
CNY 2,219.01 2,219.010
KRW 11.50 11.500
Last update: 06/07/22 11:32:33
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Mengertilah Terlebih Dahulu Sebelum Memberi Penilaian
posted by admin on 01/11/06

Hanya memberi penilaian setelah mendengarkan bukan selama atau sebelumnya.

Pikiran manusia memiliki sebuah pintu, bukan pintu kayu yang terukir, tetapi sebuah pintu yang tidak terlihat. Saat menerima ide baru, pintu tersebut dapat membuka atau menutup. Pintu akan berayun membuka saat pikiran aktif bergerak untuk memperoleh pengertian dan akan menutup saat pikiran memberikan penilaian. Disinilah letaknya kebenaran yang sangat penting.

Para pemikir ulung tidak akan membiarkan pikirannya terbuka begitu saja. Mereka berkonsentrasi untuk menjaga pikirannya supaya terbuka cukup lama untuk mengumpulkan seluruh informasi relevan yang diperlukan untuk membuat penilaian yang bijak. Pemikir buruk akan memberikan penilaian secara terburu-buru di awal kejadian tanpa menunggu sampai tercapainya pengertian yang sebenarnya. Seperti pepatah yang mengatakan, “Sebagian orang tidak pernah belajar sesuatu karena mereka mengerti sesuatu terlalu awal”.

Pintu pikiran, termasuk pintu yang dimiliki oleh para pemikir besar, dapat membuka dan menutup secara otomatis diluar kesadaran. Karena itu, untuk berpikir tajam dibutuhkan usaha secara sengaja untuk membiarkan pintu tetap terbuka, terutama di tengah kondisi problem yang sulit dipecahkan.

Pikiran memberikan respon dengan segera terhadap perintah yang masuk, dan membentuk gerbang melalui mana pengertian akan melewatinya. Pemikir ulung tidak akan membentuk penilaian berdasarkan apa yang dia lihat. Sebaliknya, dia akan mengumpulkan dan menyalurkan informasi secara tepat ke otak yang mana setelah memiliki seluruh fakta yang relevan sehubungan dengan kondisi tertentu akan membuat penilaian yang terbaik.

Para hakim di abad pertama menggunakan patokan : ” Dengar menggunakan masing-masing telinga, baru kemudian memberikan penilaian” Artinya adalah pertama, gunakan seluruh indera anda saat mengumpulkan dan menyerap informasi. Jangan menutup indera anda, tapi bukalah seluruhnya. Kedua, hanya memberi penilaian setelah mendengarkan bukan selama atau sebelumnya. Stephen Covey, pengarang buku 7 Habits of Highly Effective People, secara tepat menggambarkan orang-orang sukses sebagai orang yang akan berusaha untuk mengerti dulu situasi yang ada sebelum memberikan penilaian.

Walaupun kenyataannya memberikan penilaian setelah mengerti membutuhkan kesabaran karena bertentangan dengan insting manusia, para pemikir ulung secara sadar berusaha keras untuk mengendalikan instingnya.

Rasa tidak sabar biasanya menyertai tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran yang sulit. Situasi yang sulit biasanya muncul bergandengan dengan tekanan-tekanan yang terkandung di dalam situasi itu sendiri. Apalagi ditambah kondisi urgen yang tampaknya memaksa kita untuk segera secepat mungkin melompat kepada kesimpulan.

Kenapa bersusah payah mendengarkan segala sesuatu yang dikatakan seseorang jika dari awalnya anda sudah yakin dia tidak mengatakan yang sebenarnya? Kenapa melakukan interview terhadap lima orang yang melihat kejadian tersebut padahal dua orang pertama yang diinterview sudah memberikan pandangan yang persis sama? Kenapa menghabiskan waktu mendengarkan pendapat-pendapat yang berbeda padahal argumen yang pertama sudah sangat menyakinkan? Mengapa menelaah lebih dalam padahal ide pertama sudah menyelesaikan masalah?

Penilaian yang matang, sama seperti kematangan hidup, butuh waktu untuk tumbuh. Demikian juga dengan berpikir, pertumbuhan dan perkembangannya muncul melalui pertimbangan secara serius yang dilakukan secara hati-hati dan berkesinambungan saat menghadapi suatu masalah. Hal ini akan berbuah menjadi pengertian secara penuh dan mendalam. Memberi penilaian terlalu awal, sebaliknya, akan memotong proses berpikir, menyebabkan kebingungan pada saat situasi berakhir tidak sesuai harapan.

Oleh Charles W. McCoy, Jr., pengarang buku : Why Didn’t I Think Of That?

Previous News     |      Next News

Current Rating: 2.333 (3 users)

Rate this news:



Online Pooling