Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,828.00 14,828.000
AUD 10,459.53 10,459.530
HKD 1,889.93 1,889.930
MYR 3,330.77 3,330.770
NZD 9,448.87 9,448.870
NOK 1,541.44 1,541.440
GBP 18,008.07 18,008.070
SGD 10,795.16 10,795.160
CHF 15,658.65 15,658.650
JPY 11,076.60 11,076.600
MMK 8.00 8.000
INR 186.24 186.240
KWD 48,258.58 48,258.580
PKR 67.23 67.230
PHP 266.93 266.930
LKR 40.93 40.930
THB 418.93 418.930
BND 10,779.21 10,779.210
EUR 15,209.76 15,209.760
CNY 2,198.52 2,198.520
KRW 11.36 11.360
Last update: 17/08/22 06:17:45
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Percayalah Pada Intuisi Anda
posted by admin on 30/10/06

Akal sehatku mengatakan aku harus berhenti menangani kasus ini tetapi intuisiku berkata sebaliknya. Mana yang aku pilih?

Merasakan kehadiran intuisi dan tergantung padanya adalah dua hal berbeda. Bagaimana anda tahu kapan anda harus percaya pada intuisi anda? Jawabnya adalah tidak selalu mudah. Ketika aku masih berkarir sebagai pengacara, pada suatu hari aku menerima telpon dari seorang klien lamaku, pemilik Central Lumber Company. Dia minta bantuan hukum dariku mengenai bagaimana dia dapat memperoleh bayaran dari order penjualan plywood yang telah disepakati bersama dan dikirim kepada sebuah perusahaan konstruksi lokal bernama Upland Builders. Atas nama Central, kemudian, aku menyurati Upland, sampai berkali-kali, tetapi tidak mendapat tanggapan. Akhirnya aku mengajukan gugatan hukum kepada Upland untuk membayar tunggakannya sebesar $50.000. Pada awalnya aku mengharapkan kasus ini hanya merupakan kasus legal biasa yang sederhana. Tetapi Upland meng-klaim bahwa perusahaan tersebut telah mengembalikan seluruh material pesanannya kepada Central karena material yang mereka pesan tidak memenuhi syarat yang diminta.

Aku kemudian bertemu dengan seorang supervisor dari Central yang bernama Ernest Escobito untuk menanyakan perihal pengembalian plywood tersebut. Ernest dan para bawahannya tidak dapat mengingat hal itu dan bahkan tidak menemukan adanya dokumen yang membuktikan pengembalian material tersebut.

Beberapa minggu kemudian aku menerima telpon dari klienku yang mengatakan bahwa dia telah menerima dari Upland sebuah kopi tanda terima pengiriman barang di gudang Central yang ditandatangi oleh Ernest Escobito. Surat tersebut menunjukkan bahwa Upland telah mengembalikan barang tersebut.

Ketika dikonfirmasikan kepada Ernest dia menjawab : ” Aku yakin aku tidak menerima plywood dari Upland”.
” Bagaimana dengan tanda tanganmu di dokumen?” tanyaku.
” Aku tidak ingat telah menandatanganinya” jawab Ernest
” Apakah kamu pernah melihat dokumen itu sebelumnya?”
” Seingat aku belum pernah”
” Coba lihat dengan teliti tanda tangan itu” aku memberikan saran.
Ernest meneliti lagi tanda tangannya untuk terakhir kalinya, kemudian berkata :” Mirip dengan tanda tanganku tetapi rasanya bukan tanda tanganku”.

Pagi berikutnya aku melaporkan detil pertemuan kami kepada pemilik Central.
” Apa yang sebenarnya terjadi dengan plywood tersebut? ” tanyanya.
” Aku tidak tahu secara pasti, saat ini semuanya tergantung dari Ernest untuk membuktikan tanda tangan dia telah dipalsu oleh Upland”
” Kalau begitu kita akan kalah!”gerutu pemilik Central.

Berharap untuk menemukan bukti yang mendukung Ernest, aku menyewa seorang akhli dalam meneliti tulisan tangan. Dia kemudian membandingkan sampel-sampel tanda tangan Ernest yang asli dengan tanda tangan Ernest yang ada di dokumen penerimaan barang yang diperoleh dari Upland. ” Tanda tangan di bukti gudang ini kemungkinan besar palsu, tapi aku tidak bisa membuktikannya” kata akhli tersebut. Tanda tangan tersebut tampak terlalu sempurna. ”Tapi untuk meyakinkan para juri atas keabsahan tanda tangan tersebut kansnya adalah 50/50” tambahnya. ”Orang awam akan menghadapi kesulitan untuk mengerti perbedaan-perbedaan kecil dalam tulisan tangan. Kebanyakan orang tidak pernah melihat pemalsuan tanda tangan, mereka tidak akan mempertanyakan tanda tangan di kehidupan mereka sehari-hari. Upland tentunya akan menggunakan jasa akhli peneliti tanda tangan di pengadilan nanti untuk membuktikan tanda tangan tersebut adalah asli”

Beberapa minggu menjelang sidang pengadilan aku coba mengamati dan mempelajari lebih jauh mengenai Ernest. Tidak hanya sebagai supervisor, tetapi sebagai seorang manusia, para bawahannya sangat menyeganinya; mereka siap melakukan apapun juga untuknya; mereka percaya sepenuhnya bahwa Ernest akan melakukan tindakan untuk kepentingan terbaik bagi bawahannya. Semuanya melihat Ernest sebagai orang yang sangat jujur.

Aku menghentikan penagihan terhadap kasus ini setelah klienku menyatakan tidak mau membayar tambahan biaya sampai menjelang pengadilan digelar. Tapi, aku merasa tergerak untuk melanjutkan pekerjaan ini walaupun tanpa mendapat bayaran. Mencoba untuk mendapatkan bukti yang diperlukan tanpa mengetahui bukti apa yang dicari. Aku telah kehabisan ide, tetapi entah bagaimana aku merasa solusinya ada di dekat tanganku. Akal sehat mengatakan aku untuk pindah haluan dan mulai mengerjakan kasus-kasus lainnya. Tapi pada saat yang sama intuisiku mengatakan sebaliknya. Yang mana yang aku ikuti?

Setelah melakukan pertimbangan secara seksama, akhirnya aku memilih intuisi melebihi logika; mengesampingkan pekerjaan lainnya; dan kembali menggali kasus ini, dengan determinasi untuk menelaah kembali keseluruhan permasalahan dari atas sampai bawah.

Di tengah malam, di tengah rasa keputusasaan, aku memindahkan berlusin-lusin dokumen yang telah ditandatangani Ernest dari sebuah folder. Aku jejerkan dokumen-dokumen tersebut sepanjang meja ruang konferensi. Kemudian aku mengangkat bukti penerimaan gudang yang jadi sumber permasalahan dan melalui lampu di langit-langit di atas kepalaku aku melakukan penelitian secara seksama seperti seseorang yang sedang memeriksa keaslian mata uang dolar yang diduga palsu. Sebagai pembanding aku mengambil sebuah dokumen yang telah ditanda tangani Ernest, menaruhnya tepat di atas dokumen pertama sehingga kedua tanda tangan yang ada saling berimpit. Ternyata kedua tanda tangan tersebut tidak sesuai. Aku mengulanginya lagi dengan dokumen-dokumen lain yang telah ditandatangani Ernest dan secara mengejutkan aku menemukan tidak ada tanda tangan yang persis sama. Selalu terjadi perbedaan.

Penasaran dengan penemuan ini, aku membuat tanda tangan atas namaku di atas tiga lembar kertas, dan menaruhnya saling berimpit di bawah terawang lampu. Ketiganya juga berbeda secara mencolok. Melanjutkan eksperimenku, aku berusaha keras menulis tandatanganku sebanyak tiga kali supaya satu sama lainnya persis sama. Hasilnya tetap juga berbeda.

Lantas apa artinya semua ini? Aku berpikir keras. Tiba-tiba sebuah jawaban terlintas di kepalaku. Ini semua adalah hasil dari penggandaan (tracing – penggandaan tandatangan menggunakan kertas transparan di atas kertas berisikan tandatangan yang asli- red). ” Dua tanda tangan tidak akan pernah sama seratus persen kecuali salah satunya adalah hasil dari penggandaan. Jika aku dapat menemukan dokumen yang berisikan tanda tangan Ernest persis sama dengan dokumen Upland, maka dokumen tersebut merupakan dokumen yang dijadikan sumber penggandaan. Selanjutnya jika aku dapat menemukan dokumen tersebut berada di dalam kepemilikan Upland maka aku dapat membuat pembuktian yang kuat di pengadilan bahwa Upland telah memalsukan tanda tangan Ernest”.

Cepat-cepat aku bergegas kembali ke kantorku yang telah sepi, kemudian aku meneliti satu persatu seluruh tumpukan kopi dokumen-dokumen yang diperoleh dari Upland beberapa bulan sebelumnya. Tidak lama kemudian aku menemukan sebuah kopi dokumen pemuatan barang yang telah ditandatangani Ernest dan diberikan kepada Upland ketika perusahaan tersebut pertama kalinya membuat order dengan Central. Setelah menempatkan dokumen tersebut saling berimpit dengan dokumen penerimaan gudang di bawah sinar lampu, aku menemukan kedua tanda tangan di dokumen-dokumen tersebut persis sama.

Aku merasa lega sekarang karena aku telah memiliki bukti yang membebaskan dugaan Ernest telah menandatangani dokumen penerimaan gudang tersebut. Melakukan kilas balik terhadap kasus ini, aku sadar bahwa intuisilah yang membuatku terus mencari ketika logika mengatakan aku untuk berhenti. Aku mengerti sekarang, pengacara yang sukses harus mempercayai lebih banyak intuisi mereka daripada yang pernah aku bayangkan.

Oleh Charles W. McCoy, Jr., pengarang buku : Why Didn’t I Think Of That?


Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling