Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,865.00 14,865.000
AUD 10,236.34 10,236.340
HKD 1,894.37 1,894.370
MYR 3,375.83 3,375.830
NZD 9,275.76 9,275.760
NOK 1,505.48 1,505.480
GBP 18,089.52 18,089.520
SGD 10,687.17 10,687.170
CHF 15,533.89 15,533.890
JPY 10,944.31 10,944.310
MMK 8.08 8.080
INR 188.60 188.600
KWD 48,464.03 48,464.030
PKR 72.29 72.290
PHP 270.59 270.590
LKR 41.26 41.260
THB 420.86 420.860
BND 10,700.27 10,700.270
EUR 15,591.30 15,591.300
CNY 2,219.01 2,219.010
KRW 11.50 11.500
Last update: 06/07/22 11:32:33
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Temukan Motivasi Yang Mendasari Pemikiran, Perasaan, dan Tindakan Seseorang (1)
posted by admin on 20/10/06

Dengan mengetahui motif seseorang, anda dapat menemukan apa yang sebenarnya dipikirkan dan dirasakan oleh seseorang tidak perduli apapun juga yang dia katakan atau lakukan.

Lebih dari hanya mengamati dari luar apa yang dikatakan dan dilakukan seseorang, sikap empati sepenuhnya diperlukan untuk menemukan motivasi yang melandasi perkataan dan tindakannya. Seseorang tidak selalu bertindak secara konsisten dengan pikiran dan perasaan yang sebenarnya, tetapi tindakan, pemikiran dan perasaan mereka jarang melenceng dari motif mereka yang sebenarnya. Motif utama mengandung kebenaran, terlepas dari kata-kata dan tindakan yang tampak dari luar. Dengan mengerti motif seseorang kita dapat memprediksi dengan lebih baik bagaimana seseorang akan bersikap dalam situasi tertentu.

Dua orang bernama Arnold dan Slack mengambil keuntungan dari prinsip di atas. Suatu hari di tahun 1872 mereka memasuki sebuah bank di San Francisco, menitipkan sebuah karung kepada petugas teller, dan kemudian mereka bergegas pergi untuk melanjutkan bisnisnya di kota lain. Segera setelah mereka pergi, petugas teller mengintip ke dalam karung dan menemukan berlian yang belum diolah dengan nilai $ 300.000. Kemudian dia menunjukkan berlian tersebut kepada pemilik bank yang kaya raya, William Ralston, yang begitu mengetahui nilai dari berlian tersebut dengan segera mengejar Arnold dan Sack.

Setelah bertemu dengan keduanya, Ralston membujuk mereka supaya memberitahu dimana mereka memperoleh berlian tersebut. Pada awalnya Arnold dan Sack menolak untuk memberitahu lokasi temuannya karena menyadari reputasi Ralston sebagai seorang yang serakah. Tapi akhirnya, setelah didesak, mereka memberitahu Ralston bahwa lokasi tambang berlian yang mereka temukan berada di Wyoming, di atas lahan yang mereka tidak miliki dan lokasinya mereka tidak akan pernah beritahukan kepada siapapun juga. Ralston terus mendesak dan akhirnya berhasil meyakinkan mereka untuk mengijinkan seorang insinyur tambang karyawannya untuk pergi ke lokasi tambang dengan mata ditutup kain untuk melakukan evaluasi.

Setelah turun dari kereta api di kota Wyoming yang terpencil dan berjalan berkilo-kilo meter dengan mata tertutup kain, insinyur tersebut melakukan inspeksi di lapangan. Dia menemukan debu berlian dan batuan permata di atas permukaan tanah. Kemudian sang insiyur kembali bersama Arnold dan Sack ke San Francisco untuk melaporkan temuannya kepada Ralston. Segera setelah itu Ralston mengajak rekan-rekan bisnis lainnya untuk menanamkan modal di tambang tersebut, tentunya setelah dia dengan gigih berhasil membujuk Arnold dan Sack untuk menyetujui rencananya. Setelah melakukan kunjungan kedua ke lokasi tambang, Ralston mulai melakukan tekanan kepada Arnold dan Sack untuk menjual kepemilikannya dengan dalih Ralston dan rekan-rekan telah menanamkan uang dalam jumlah besar di tambang itu. Ketika Arnold dan Sack menolak tawaran tersebut, Ralston mengancam akan menuntut mereka berdua. Akhirnya Arnold dan Sack setuju menjual tambang mereka dengan nilai $700.000.

Berita mengenai temuan tambang berlian akhirnya bocor ke publik dan menjadi sumber berita yang penuh sensasi. Berangkat dari rasa penasaran, seorang akhli geologi bernama Emmonds mengunjungi Wyoming, dan dengan caranya sendiri berhasil menemukan tambang yang menghebohkan tersebut. Emmonds segera menemukan batuan permata di permukaan tanah tambang. Tetapi setelah diamati lebih lanjut, ternyata batuan tersebut telah mengalami pemrosesan menggunakan alat pemoles batu. Nyatanya, Arnold dan Sack telah melapisi tambang tersebut dengan berlian yang mereka beli di Inggris.

Kemudian ketika berita penipuan yang berani tersebut tersiar di halaman muka koran-koran nasional, Ralston dan rekan-rekannya menjadi objek cemoohan publik. Arnold dan Sack sendiri telah menghilang bersama keuntungan yang mereka peroleh dengan tidak halal, sedangkan Ralston harus menanggung malu tak terperikan akibat keserakahannya yang sudah dikenal banyak orang dan mendarah daging di dalam dirinya. Memanfaatkan keserakahan Ralston, Arnold dan Sack secara tepat berhasil memprediksi bagaimana dia akan bereaksi ketika menerima godaan sebuah kesempatan yang menawarkan keutungan besar dengan cara mudah. Mengkilas balik kecerobohannya, Ralston akhirnya sadar bahwa Arnold dan Sack adalah aktor penipu kawakan dan dia seharusnya bertanya dari awal , ” Kenapa saya tidak melihat skenario dibelakang ini semua ?”. Jawabnya adalah Keserakahan berada di balik motivasi semua pemikiran dan tindakan Ralston.

Dari kacamata orang jujur, tindakan Arnold dan Sack tentunya tidak bisa ditolerir, tetapi kita perlu mengacungi jempol untuk mereka karena keduanya mengerti kebenaran fundamental dari kondisi manusia. Motif adahal hal terpenting. Dengan mengetahui motif seseorang, anda dapat menemukan apa yang sebenarnya dipikirkan dan dirasakan oleh seseorang tidak perduli apapun juga yang dia katakan atau lakukan.


Oleh Charles W. McCoy, Jr., pengarang buku : Why Didn’t I Think Of That?











Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling