Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,682.00 14,682.000
AUD 10,289.79 10,289.790
HKD 1,870.49 1,870.490
MYR 3,340.82 3,340.820
NZD 9,319.95 9,319.950
NOK 1,505.18 1,505.180
GBP 18,234.11 18,234.110
SGD 10,592.07 10,592.070
CHF 14,887.29 14,887.290
JPY 11,426.16 11,426.160
MMK 7.93 7.930
INR 189.07 189.070
KWD 47,866.17 47,866.170
PKR 74.09 74.090
PHP 280.10 280.100
LKR 40.76 40.760
THB 424.81 424.810
BND 10,589.56 10,589.560
EUR 15,444.68 15,444.680
CNY 2,175.35 2,175.350
KRW 11.52 11.520
Last update: 25/05/22 13:03:21
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Waspadai Kasus Flu Burung
posted by admin on 02/02/17

SRAGEN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai munculnya kembali kasus flu burung. Hal ini menyusul adanya laporan banyaknya unggas warga yang mati mendadak di Dukuh Karang RT 01 Desa Gading Kecamatan Tanon selama beberapa waktu terakhir. Belum diketahui pasti penyebab dari matinya unggas milik warga tersebut. Informasi yang didapatkan, setidaknya 153 ayam dari 17 rumah mati mendadak. Kepala Disnakkan Sragen, Aris Wardono menegaskan, sudah mengirim petugas untuk melakukan pengecekan terkait adanya laporan unggas yang mati mendadak di Desa Gading .

Sayangnya, petugas tidak menemukan bangkai sewaktu melakukan pengecekan. Namun dari penuturan warga, cukup banyak laporan terkait kematian unggas. Mulai dari ayam, bebek hingga kalkun. ”Karena jumlah ayam yang mati cukup banyak maka bisa diindikasikan suspect flu burung.

Antisipasi

Kami tidak bisa melakukan tes uji reaksi cepat karena petugas tidak menemukan hewan yang mati. Karena itu kami minta warga agar waspada,” katanya, kemarin.

Sebagai antisipasi, petugas di lapangan telah melakukan penyemprotan pada kandang atau rumah warga yang memelihara unggas. Penyemprotan tersebut direncakan akan dilakukan rutin selama satu pekan, baik pagi dan sore hari. ”Untuk semprotan disinfektan juga kami berikan kepada Ketua RT setempat,” tandasnya.

Sebagai peringatan dan pencegahan merebaknya kasus flu burung, pihaknya telah melakukan sosialisasi perihal bahaya dan ancaman flu burung melalui radio pemerintah. Terlebih dengan cuaca yang tidak menentu, menyebabkan penyakit lebih cepat menular ke unggas. Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan Nanik Mulyani menambahkan, belum dapat memastikan penyebab matinya unggas warga. Namun dari banyaknya jumlah yang mati kemungkinan besar suspect flu burung. ”Kami tidak bisa melakukan uji sampel karena waktu tim datang tidak ditemukan bangkai,” imbuhnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat dengan kondisi yang terjadi. ”Intinya jika ada warga yang deman di wilayah yang banyak ayam mati, segera dibawa ke Puskesmas saja,” pungkasnya. (shd-70)

Sumber : suaramerdeka.com. Kamis 2 Februari 2017


Previous News     |      Next News

Current Rating: 1.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling