Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,360.00 14,360.000
AUD 10,186.84 10,186.840
HKD 1,842.11 1,842.110
MYR 3,398.74 3,398.740
NZD 9,777.88 9,777.880
NOK 1,582.12 1,582.120
GBP 19,079.58 19,079.580
SGD 10,496.32 10,496.320
CHF 15,609.84 15,609.840
JPY 12,699.02 12,699.020
MMK 8.01 8.010
INR 191.29 191.290
KWD 47,472.25 47,472.250
PKR 81.55 81.550
PHP 285.05 285.050
LKR 71.01 71.010
THB 425.09 425.090
BND 10,491.17 10,491.170
EUR 16,245.24 16,245.240
CNY 2,252.63 2,252.630
KRW 12.14 12.140
Last update: 08/12/21 13:39:22
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Waspadai Kasus Flu Burung
posted by admin on 02/02/17

SRAGEN – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Sragen mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai munculnya kembali kasus flu burung. Hal ini menyusul adanya laporan banyaknya unggas warga yang mati mendadak di Dukuh Karang RT 01 Desa Gading Kecamatan Tanon selama beberapa waktu terakhir. Belum diketahui pasti penyebab dari matinya unggas milik warga tersebut. Informasi yang didapatkan, setidaknya 153 ayam dari 17 rumah mati mendadak. Kepala Disnakkan Sragen, Aris Wardono menegaskan, sudah mengirim petugas untuk melakukan pengecekan terkait adanya laporan unggas yang mati mendadak di Desa Gading .

Sayangnya, petugas tidak menemukan bangkai sewaktu melakukan pengecekan. Namun dari penuturan warga, cukup banyak laporan terkait kematian unggas. Mulai dari ayam, bebek hingga kalkun. ”Karena jumlah ayam yang mati cukup banyak maka bisa diindikasikan suspect flu burung.

Antisipasi

Kami tidak bisa melakukan tes uji reaksi cepat karena petugas tidak menemukan hewan yang mati. Karena itu kami minta warga agar waspada,” katanya, kemarin.

Sebagai antisipasi, petugas di lapangan telah melakukan penyemprotan pada kandang atau rumah warga yang memelihara unggas. Penyemprotan tersebut direncakan akan dilakukan rutin selama satu pekan, baik pagi dan sore hari. ”Untuk semprotan disinfektan juga kami berikan kepada Ketua RT setempat,” tandasnya.

Sebagai peringatan dan pencegahan merebaknya kasus flu burung, pihaknya telah melakukan sosialisasi perihal bahaya dan ancaman flu burung melalui radio pemerintah. Terlebih dengan cuaca yang tidak menentu, menyebabkan penyakit lebih cepat menular ke unggas. Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan Nanik Mulyani menambahkan, belum dapat memastikan penyebab matinya unggas warga. Namun dari banyaknya jumlah yang mati kemungkinan besar suspect flu burung. ”Kami tidak bisa melakukan uji sampel karena waktu tim datang tidak ditemukan bangkai,” imbuhnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat dengan kondisi yang terjadi. ”Intinya jika ada warga yang deman di wilayah yang banyak ayam mati, segera dibawa ke Puskesmas saja,” pungkasnya. (shd-70)

Sumber : suaramerdeka.com. Kamis 2 Februari 2017


Previous News     |      Next News

Current Rating: 1.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling