Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,441.00 14,441.000
AUD 10,277.30 10,277.300
HKD 1,840.36 1,840.360
MYR 3,313.82 3,313.820
NZD 9,435.71 9,435.710
NOK 1,552.60 1,552.600
GBP 18,163.55 18,163.550
SGD 10,456.86 10,456.860
CHF 14,934.53 14,934.530
JPY 11,205.48 11,205.480
MMK 7.80 7.800
INR 188.65 188.650
KWD 47,199.06 47,199.060
PKR 77.80 77.800
PHP 276.38 276.380
LKR 41.73 41.730
THB 421.54 421.540
BND 10,475.47 10,475.470
EUR 15,293.07 15,293.070
CNY 2,184.72 2,184.720
KRW 11.47 11.470
Last update: 11/05/22 13:07:11
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Menkeu: Tax Holiday Awal Paket Kebijakan Baru
posted by admin on 28/08/15

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan penerbitan revisi peraturan mengenai insentif pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan (tax holiday) awal paket kebijakan lanjutan yang akan pemerintah terbitkan. Menkeu menganggap itu pemanasan penerbitan paket yang lebih komprehensif.

Namun, Menkeu di Jakarta, Kamis (27/08/2015) tidak menjelaskan secara detail paket kebijakan ekonomi baru pemerintah dan hanya memastikan paket tersebut menjaga daya tahan serta daya beli masyarakat dalam kondisi ekonomi penuh gejolak.

"Ini bukan hanya bicara insentif fiskal, karena nanti besar efeknya untuk ekonomi kita. Tidak hanya mencakup mendorong ekspor, namun bagaimana menjaga daya tahan dan daya beli masyarakat dalam kondisi yang tidak mudah ini," ujar dua.

Terkait tax holiday, ia mengharapkan insentif tersebut benar-benar memancing minat investor industri pionir, agar Indonesia dapat mendorong industri pengolahan serta menciptakan nilai tambah dari suatu produk.

"Tujuan revisi ini untuk mendorong investasi, karena kita tidak bisa berlama-lama bergantung pada ekspor komoditas. Kita harus mulai mengembangkan produk manufaktur, apalagi dari sembilan industri yang masuk 'tax holiday', delapan di antaranya merupakan manufaktur," terang dia.

Selain itu, ia memastikan revisi peraturan tax holiday tersebut bersinergi dua kebijakan lain yang telah diterbitkan pemerintah untuk mendorong pengembangan industri dalam negeri, diantaranya sektor pertambangan. Kebijakan tersebut tercantum dalam PP 18 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.010/2015 mengenai fasilitas Tax Allowance bagi kegiatan pengolahan dan pemurnian bijih tembaga, emas, perak, bijih besi, bijih thorium, bijih timah, bijih nikel dan bijih mineral lainnya yang tidak mengandung besi.

Kemudian, PMK 132/PMK.010/2015 yang merupakan peraturan harmonisasi tarif Bea Masuk dengan menaikkan tarif bea masuk untuk produk tertentu, untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri dan menarik investasi serta mengurangi ketergantungan impor. "'Tax holiday' bukan satu-satunya fasilitas, karena ada 'tax allowance', insentif ini yang untuk pembangunan smelter, pengolahan dan pemurnian agar produk kita punya daya saing. Kita juga melakukan harmonisasi tarif bea masuk untuk barang jadi, bukan barang baku," kata dia.

Pemerintah baru menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 159/PMK.010/2015 tentang pemberian fasilitas pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan badan sebagai insentif untuk pengembangan industri pionir. Peraturan itu merupakan revisi dari PMK nomor 130/PMK.011/2011 dan PMK nomor 192/PMK.011/2014 yang salah satu poinnya adalah adanya penambahan jumlah industri pionir yang berhak mendapatkan insentif "tax holiday".

Industri pionir tersebut antara lain industri logam hulu, industri pengilangan minyak bumi, industri kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi dan gas alam, industri permesinan yang menghasilkan mesin industri serta industri pengolahan berbasis hasil pertanian, kehutanan dan perikanan. Selain itu, industri telekomunikasi, informasi dan komunikasi, industri transportasi kelautan, industri pengolahan yang merupakan industri utama di Kawasan Ekonomi Khusus serta infrastruktur ekonomi selain yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha. [tar]

Sumber: inilah.com


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling