Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,309.00 14,309.000
AUD 10,346.84 10,346.840
HKD 1,836.72 1,836.720
MYR 3,418.20 3,418.200
NZD 9,748.15 9,748.150
NOK 1,633.22 1,633.220
GBP 19,544.09 19,544.090
SGD 10,605.54 10,605.540
CHF 15,586.81 15,586.810
JPY 12,474.50 12,474.500
MMK 8.03 8.030
INR 193.41 193.410
KWD 47,298.74 47,298.740
PKR 81.11 81.110
PHP 279.65 279.650
LKR 70.92 70.920
THB 428.84 428.840
BND 10,596.44 10,596.440
EUR 16,312.55 16,312.550
CNY 2,246.81 2,246.810
KRW 12.01 12.010
Last update: 19/01/22 13:30:56
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Waspada, Makan Nasi Bisa Picu Kanker
posted by admin on 29/07/15

INILAHCOM, Kingston - Nasi sudah menjadi salah satu makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, ilmuwan di Inggris menemukan bahwa cara memasak nasi yang tidak benar bisa memicu kanker.

Peneliti di Inggris tersebut telah menemukan kontaminan dalam produk beras dan beras yang dijual di negara mereka pada tingkat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan untuk anak-anak.

Kini, para ilmuwan telah menemukan bahwa memasak nasi dalam ceret penyaring kopi, bukan panci, berhasil menghilangkan hingga 85% dari racun arsenik.

Komisi Eropa saat ini menyusun batas keselamatan baru yang akan mengurangi jumlah arsenik yang diizinkan dalam produk beras dan padi.

"Kami menemukan bahwa dengan menggunakan teknologi meresap, di mana air rebusan terus melewati beras dalam aliran konstan, kita bisa memaksimalkan penghapusan arsenik," jelas Prof Meharg, salah satu peneliti, seperti dikutip dari DailyMail.

Memang, akademisi di Queens University di Belfast ini mengatakan bahwa setiap keluarga bisa mengambil tindakan proaktif untuk melindungi anak-anak dengan menggunakan metode penyaringan tersebut.

Jika tidak, paparan kronis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk masalah perkembangan, penyakit jantung, diabetes dan kerusakan sistem saraf.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah paru-paru dan kanker kandung kemih. [ikh]

Sumber: inilah.com


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling