Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,682.00 14,682.000
AUD 10,289.79 10,289.790
HKD 1,870.49 1,870.490
MYR 3,340.82 3,340.820
NZD 9,319.95 9,319.950
NOK 1,505.18 1,505.180
GBP 18,234.11 18,234.110
SGD 10,592.07 10,592.070
CHF 14,887.29 14,887.290
JPY 11,426.16 11,426.160
MMK 7.93 7.930
INR 189.07 189.070
KWD 47,866.17 47,866.170
PKR 74.09 74.090
PHP 280.10 280.100
LKR 40.76 40.760
THB 424.81 424.810
BND 10,589.56 10,589.560
EUR 15,444.68 15,444.680
CNY 2,175.35 2,175.350
KRW 11.52 11.520
Last update: 25/05/22 13:03:21
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Waspada, Makan Nasi Bisa Picu Kanker
posted by admin on 29/07/15

INILAHCOM, Kingston - Nasi sudah menjadi salah satu makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun, ilmuwan di Inggris menemukan bahwa cara memasak nasi yang tidak benar bisa memicu kanker.

Peneliti di Inggris tersebut telah menemukan kontaminan dalam produk beras dan beras yang dijual di negara mereka pada tingkat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan untuk anak-anak.

Kini, para ilmuwan telah menemukan bahwa memasak nasi dalam ceret penyaring kopi, bukan panci, berhasil menghilangkan hingga 85% dari racun arsenik.

Komisi Eropa saat ini menyusun batas keselamatan baru yang akan mengurangi jumlah arsenik yang diizinkan dalam produk beras dan padi.

"Kami menemukan bahwa dengan menggunakan teknologi meresap, di mana air rebusan terus melewati beras dalam aliran konstan, kita bisa memaksimalkan penghapusan arsenik," jelas Prof Meharg, salah satu peneliti, seperti dikutip dari DailyMail.

Memang, akademisi di Queens University di Belfast ini mengatakan bahwa setiap keluarga bisa mengambil tindakan proaktif untuk melindungi anak-anak dengan menggunakan metode penyaringan tersebut.

Jika tidak, paparan kronis dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan termasuk masalah perkembangan, penyakit jantung, diabetes dan kerusakan sistem saraf.

Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah paru-paru dan kanker kandung kemih. [ikh]

Sumber: inilah.com


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling