Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,865.00 14,865.000
AUD 10,236.34 10,236.340
HKD 1,894.37 1,894.370
MYR 3,375.83 3,375.830
NZD 9,275.76 9,275.760
NOK 1,505.48 1,505.480
GBP 18,089.52 18,089.520
SGD 10,687.17 10,687.170
CHF 15,533.89 15,533.890
JPY 10,944.31 10,944.310
MMK 8.08 8.080
INR 188.60 188.600
KWD 48,464.03 48,464.030
PKR 72.29 72.290
PHP 270.59 270.590
LKR 41.26 41.260
THB 420.86 420.860
BND 10,700.27 10,700.270
EUR 15,591.30 15,591.300
CNY 2,219.01 2,219.010
KRW 11.50 11.500
Last update: 06/07/22 11:32:33
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Bandara Soekarno-Hatta Padat di Darat dan Udara
posted by admin on 29/10/13

INILAH.COM, Jakarta - Jumat (25/10/2013), pukul 16.00 WIB, pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 713 tak diizinkan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Penyebabnya, padatnya penerbangan. Terpaksa pesawat harus menunggu sampai keluar izin mendarat.

Selama menunggu, pesawar dari Sydney, Australia tersebut harus berputar di udara sebanyak tiga kali di atas Kabupaten Indramayu dan Karawang, Jawa Barat. Penumpang baru sadar kalau pesawat itu sedang berputar-putar dari layar monitor di depan bangku masing-masing.

Baru pukul 16.30 WIB, pesawat diizinkan mendarat. Jadi, selama 30 menit pesawat tersebut berputar-putar di udara hanya untuk menunggu izin mendarat. Beruntung, bahan bakarnya cukup. Kalau tidak?

Tak hanya pesawat Garuda GA 713 yang mengalami peristiwa semacam ini. Sebelumnya, banyak pesawat lain mengalami nasib serupa. Selain merugikan perusahaan karena bahan bakar terbuang percuma, kondisi ini juga membahayakan pesawat, terlebih penumpang.

Setiap hari, menurut catatan Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta dijejali 1.215 penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan.

Lalu lintas penerbangan di atas Bandara Soekarno-Hatta memang sudah sangat sibuk. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penumpang periode Januari-Agustus 2013 tercatat sebanyak 44,9 juta. Dari jumlah itu, penumpang domestik 36,3 juta (naik 36,92% dibanding periode sama 2012) dan internasional 8,6 juta (naik 8,47%).

Saat ini, ada 14 maskapai domestik dan 41 maskapai rute internasional di bandara tersebut. Semua penerbangan ini dilayani hanya oleh dua landasan pacu. Maka tak begitu aneh jika suatu penerbangan agar bisa mendapat izin lepas landas ataupun mendarat memerlukan waktu relatif panjang.

Chappy Hakim, pengamat penerbangan dan Chairman CSE Aviation, sempat mendengar cerita beberapa pilot senior bahwa kondisi pelayanan navigasi penerbangan (air traffic control services/ATS) di Bandara Soekarno-Hatta sudah tidak layak. Selain banyak penerbangan tertunda, juga rawan kecelakaan di udara.

Unit ini, menurut Chappy, hanya mampu melayani gerakan 500 pesawat setiap hari, baik yang tinggal landas maupun mendarat. Tapi kini, mereka dipaksa harus melayani 1.215 penerbangan setiap hari. Seharusnya, untuk melayani penerbangan yang begitu padat, sumber daya yang tersedia berjumlah 400 orang, tapi di lapangan hanya sekitar 160 orang.

Inilah yang membuat penerbangan di atas Bandara Soekarno-Hatta semakin panas alias rawan, terutama di jam-jam sibuk. Komunikasi radio antarpilot dengan operator pengatur lalu lintas udara, begitu ramai. Belum lagi beberapa frekuensi radio yang kerap berbunyi keresek-keresek.

Banyak pilot yang sedang menerbangkan pesawat menjadi stres, termasuk para operator lalu lintas di udara dan darat. Inilah yang tidak diketahui para penumpang. Mereka merasa nyaman saat mendarat dan tinggal landas di Bandara Soekarno-Hatta. Padahal, mereka sedang duduk di dalam pesawat yang setiap saat bisa kecelakaan.

Sumber: inilah.com


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling