Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,301.00 14,301.000
AUD 10,880.05 10,880.050
HKD 1,842.19 1,842.190
MYR 3,466.52 3,466.520
NZD 10,084.07 10,084.070
NOK 1,689.15 1,689.150
GBP 19,996.81 19,996.810
SGD 10,707.40 10,707.400
CHF 15,730.03 15,730.030
JPY 12,970.54 12,970.540
MMK 8.99 8.990
INR 194.38 194.380
KWD 47,723.22 47,723.220
PKR 91.12 91.120
PHP 296.91 296.910
LKR 72.06 72.060
THB 457.01 457.010
BND 10,777.56 10,777.560
EUR 17,164.39 17,164.390
CNY 2,222.56 2,222.560
KRW 12.74 12.740
Last update: 23/06/21 13:59:54
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
CPIN akan masuk bisnis minuman
posted by admin on 28/10/13

JAKARTA. Produsen pakan ternak, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) ingin melebarkan sayap ke bisnis lain. CPIN akan melakukan diversifikasi usaha ke bisnis minuman alias beverages.

Komisaris CPIN, Thomas Effendy mengatakan, rencana itu akan dilaksanakan tahun depan. Kemungkinan, CPIN bakal mencari mitra kerja. Cuma, Thomas belum menjelaskan secara lebih detail rencana transaksi ini. "Apakah nanti akan dicari mitra atau jalan akuisisi, masih dibicarakan," katanya kepada KONTAN, belum lama ini.

Thomas yakin, CPIN tidak akan kesulitan dalam menjalankan bisnis baru itu. Sebab, bisnis minuman masih akan sejalan dengan lini bisnis utama CPIN sebagai perusahaan poultry.

Pada tahap awal, CPIN tidak membutuhkan banyak anggaran. Ekspansi CPIN tahun depan memang akan lebih hati-hati dan konservatif. Sebab, tahun depan kondisi pasar ekonomi juga diperkirakan belum stabil.

Khusus ekspansi di bisnis baru tersebut, CPIN memiliki rencana pemasaran lewat agen distribusi yang sudah tersedia. Hal ini akan lebih mudah dan efisien bagi CPIN. "Sehingga, kami hanya akan menambah produk saja, tidak perlu banyak tambahan cost," tutur Thomas.

Asal tahu saja, kini CPIN sudah memiliki lebih dari 2.500 agen distribusi. Lini bisnis CPIN terbagi menjadi tiga bagian, yakni, pakan ternak, anak ayam usia sehari atau day old chick (DOC), dan bisnis makanan ayam olahan. CPIN juga sudah memiliki 7 pabrik pakan ternak, 80 fasilitas pembibitan, 43 fasilitas penetasan, dan 4 fasilitas pengolahan daging ayam. Untuk mempertahankan pangsa pasar, CPIN memperluas sarana produksi dan jaringan distribusi.

Ong Mei Sian, Direktur CPIN mengatakan, tahun ini CPIN memang masih konsentrasi di bisnis poultry dan industri turunannya. Bisnis pakan ternak memang menjadi denyut nadi pendapatan CPIN. Namun, bisnis makanan tak kalah menguntungkan.

Menurut Mei, dengan adanya tambahan produk minuman, komposisi dari lini bisnis makanan (food) bisa bertambah. "Bisa saja bisnis baru beverage atau menambah jenis makanan yang lain. Ini untuk meningkatkan komposisi dari food," kata dia.

Asal tahu saja, sepanjang Semester I–2013, penjualan pakan ternak menyumbang 71,26% dari total pendapatan CPIN sebesar Rp 11,98 triliun. Sementara dari bisnis makanan hanya berkontribusi 8,87% ke pendapatan CPIN.

Dana ekspansi tersedia

Sekedar mengingatkan, CPIN memiliki amunisi pendanaan yang kuat untuk kebutuhan ekspansi organik atau anorganik. CPIN sudah mendapatkan fasilitas kredit sindikasi US$ 500 juta dari 20 bank yang dipimpin Citi Grup. Kredit ini juga menjadi peluru bagi CPIN untuk berekspansi hingga lima tahun ke depan.

Tahun depan, CPIN menganggarkan belanja modal senilai Rp 2 triliun. CPIN ingin memperbesar kapasitas produksi demi menaikkan pangsa pasar. CPIN akan membangun pabrik pakan ternak baru di Bali dan Padang, Sumatra Barat dengan nilai investasi mencapai US$ 20 juta per pabrik.

Reza Nugraha, analis MNC Securities mengatakan, rencana ekspansi CPIN di bisnis beverages cukup strategis demi memperluas pangsa pasar. Sebab, pangsa pasar CPIN di bisnis pakan ternak sudah terbatas. "CPIN sudah menguasai bisnis pakan ternak terbesar. Makanya mereka mencari cara untuk menambah lagi pendapatan di sektor lain," jelasnya.

Namun, tetap perlu diperhatikan rincian segmen bisnis baru ini. Misalnya, jenis produk dan sasaran pangsa pasar. Menurut Reza, peluang bisnis minuman masih besar.

CPIN, kata Reza, lebih mudah masuk bisnis beverages dengan jalan akuisisi, seperti dilakukan oleh Grup Indofood. Reza merekomendasikan buy bagi saham CPIN dengan target harga Rp 4.400 per saham. Jumat (25/10), harga CPIN turun 4,35% menjadi Rp 3.850 per saham.

Sumber: kontan.online, Senin, 28 Oktober 2013


Previous News     |      Next News

Current Rating: 1.667 (6 users)

Rate this news:



Online Pooling