Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,301.00 14,301.000
AUD 10,880.05 10,880.050
HKD 1,842.19 1,842.190
MYR 3,466.52 3,466.520
NZD 10,084.07 10,084.070
NOK 1,689.15 1,689.150
GBP 19,996.81 19,996.810
SGD 10,707.40 10,707.400
CHF 15,730.03 15,730.030
JPY 12,970.54 12,970.540
MMK 8.99 8.990
INR 194.38 194.380
KWD 47,723.22 47,723.220
PKR 91.12 91.120
PHP 296.91 296.910
LKR 72.06 72.060
THB 457.01 457.010
BND 10,777.56 10,777.560
EUR 17,164.39 17,164.390
CNY 2,222.56 2,222.560
KRW 12.74 12.740
Last update: 23/06/21 13:59:54
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Status Hukum Ayam Kost dan Dampaknya dalam Kemitraan Broiler
posted by admin on 06/03/13

Oleh : Sopyan Haris [1]

 

PENDAHULUAN




 

Sebuah judul yang mungkin terkesan terlalu mendramatisir atau ikut-ikutan dengan berita-berita di media masa akhir-akhir ini. Kata "Hukum" seperti sudah menjadi kata yang trend dalam waktu 5 tahun terakhir ini, dan kata "Hukum" ini berasosiasi dengan sebuah tindakan baik perdata ataupun pidana. Tidak terkecuali juga bila kata "hukum" coba dikaitkan dengan aspek perunggasan.

 

Salah satu aspek dalam dunia perunggasan khususnya di lini budidaya ayam broiler, dikenal sebuah konsep yang bernama "kemitraan". Dalam pengertian bebas, "kemitraan" ini bermakna kerjasama antara 2 pihak yaitu perusahaan inti dengan peternak plasma. Kerjasama tersebut merupakan kerjasama untuk melakukan pembudidayaan atas sapronak (DOC, Pakan, Vaksin dan Medikasi) hingga menjadi ayam broiler yang siap dipanen.

 

SECUIL TENTANG KEMITRAAN

 

Bila dikaji lebih dalam, konsep kerjasama kemitraan antara inti dan plasma memiliki model yang beragam. Secara riil di lapangan inti dari kegiatan ini adalah kerjasama pembudidayaan atau kerjasama pemeliharaan, yang membedakan dari beberapa model yang ada adalah konsep tertulis dan perhitungannya. Boleh jadi perbedaan ini dikatakan perbedaan pada unsur perdata.

 

Salah satu model konsep kerjasama kemitraan yang sudah berlangsung cukup lama sejak sebelum krisis keuangan tahun 1998, kira-kira adalah sebagai berikut :

 

*.

Perusahaan inti bertanggung jawab untuk menyediakan sarana produksi (DOC, Pakan, Vaksin dan Medikasi) yang selanjutnya diserahkan kepada peternak plasma.

 

*.

Peternak plasma bertanggung jawab untuk menyediakan sarana dan prasarana kandang beserta perlengkapannya termasuk biaya operasional maupun tenaga kerja untuk melakukan budidaya pemeliharaan atas sapronak yang disediakan oleh perusahaan inti.

 

*.

Peternak plasma tidak diperkenankan menggunakan tambahan sapronak di luar yang sudah tertuang di perjanjian yang sudah di sepakati.

 

*.

Perusahaan inti berkewajiban untuk membantu memasarkan kembali seluruh hasil panen dari sapronak yang dibudidayakan oleh peternak plasma tersebut.

 

*.

Status sapronak yang didapat oleh peternak plasma adalah hutang dari perusahaan inti dengan diterapkannya harga beli kontrak. Sedangkan status ayam yang dipanen adalah piutang peternak plasma kepada perusahaan inti dengan diterapkannya harga jual bergaransi.

 

 

FENOMENA AYAM KOST

 

Perkembangan persaingan usaha perunggasan dalam budidaya ayam broiler secara tidak langsung menghasilkan kreatifitas di tingkat perusahaan inti maupun peternak plasma.

 

Dalam hal perhitungan pendapatan peternak, sumber perhitungan berasal dari selisih antara HUTANG SAPRONAK dengan PIUTANG AYAM HASIL PANEN dan tambahan dari INSENTIF PERFORMANCE. Bila hutang sapronak lebih kecil daripada piutang ayam maka posisi peternak akan mendapatkan hasil positif pendapatan (peternak untung), tetapi sebaliknya bila hutang sapronak lebih besar daripada piutang ayam maka posisi peternak akan mendapatkan hasil negatif pendapatan (peternak rugi).

 

 

 

 

 

Kandang plasma broiler umumnya berpopulasi 3000 sampai 10000 ekor (dok. pribadi)

 

Sebagian besar kemitraan menerapkan DOC Vaksin di Hatchery (http://hatcheryvaccine.blogspot.com)

 















 Nah, konsep perhitungan ini membuka ruang celah bermainnya trik-trik untuk membuat HUTANG SAPRONAK lebih kecil dibanding PIUTANG AYAM. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menambahkan sekian persen sapronak (DOC dan Pakan) dari sumber lain dengan harga dan kualitas yang berbeda, tetapi peternak selanjutnya menjual ayam hasil pemeliharaan melalui perusahaan inti dengan harga garansi sesuai surat perjanjian.

 

Penambahan DOC dari sumber lain di luar yang disepakati pada surat perjanjian itu dikenal dengan istilah ayam kost. Pengertian ayam kost di sini adalah ayam yang ikut hidup di dalam kandang tersebut dan ikut makan tanpa membawa bahan pakan sendiri.

 

Dampak dari adanya ayam kost ini biasanya adalah total deplesi (kematian dan culling) sangat rendah, pencapaian berat badan panen di bawah STD dan FCR membengkak sehingga Index Performance Kumulatif tergolong rendah.

 

Ironinya, tindakan untuk mencegah IPK rendah tersebut terkadang dilakukan dengan penambahan sekian % pakan dari sumber lain yang akhirnya memunculkan istilah "FCR Terinvoice". Pada saat tersebut maka akan muncul performance yang dikatakan sebagai Performance Kamuflase. Performance Kamuflase ini merupakan performance palsu yang tidak menunjukkan secara rill pencapaian potensi biologis dari genetik broiler yang ada saat ini.

 

DAMPAK NEGATIF AYAM KOST  

 

Fenomena ayam kost ini tidak hanya berdampak pada perhitungan performance, tetapi juga dapat berdampak pada status kesehatan ayam. Banyak kasus penyakit ND maupun Gumboro pada broiler justru diakibatkan oleh tindakan ini. Terkesan memang kurang ilmiah untuk menjelaskan apa hubungan antara ayam kost dan kasus penyakit ND maupun Gumboro. Tetapi secara fakta, kondisi ini dapat terjadi.

 

Misal dalam kandang berpopulasi 5000 ekor, DOC sebanyak 50 box dikirim dari satu sumber yang sudah mendapatkan vaksin ND Killed dan ND Liive dari hatchery, dan tidak ada perlakuan re-vaksinasi di kandang. Selanjutnya terdapat ayam kost sebanyak 2 box (200 ekor) dari sumber lain yang belum diketahui historical vaksinnya hidup bersama dengan 5000 ekor DOC yang sudah mendapatkan vaksin.

 

DOC yang sudah mendapatkan vaksin dari hatchery akan memiliki kekebalan terhadap serangan virus lapangan yang sama jenisnya dengan virus yang di dalam vaksin. Sedangkan DOC yang tidak divaksin tidak mempunyai kekebalan, hanya kekebalan dari maternal antibody yang akan segera turun atau habis di minggu kedua. Selanjutnya DOC yang tidak divaksin bias terinfeksi virus lapangan pada usia di atas 2 minggu yang akhirnya menular pada DOC yang mendapat vaksin. Pada kondisi challenge lingkungan yang tinggi maka sangat mungkin terjadi outbreak penyakit ND pada kandang tersebut.

 

 

 

 

 

Kemitraan inti dan plasma tertuang dalam perjanjian tertulis.

(dok. N.N.)

 

DOC kost yang tidak divaksin akan mengganggu DOC total yang tervaksin

(dok N.N.)

 

 













STATUS HUKUM

 

Kembali pada topik status hukum, maka fenomena ini harus dikembalikan lagi pada redaksional "hitam di atas putih" kesepakatan antara pihak inti denga pihak peternak plasma. Bila ada klausul yang menyatakan bahwa peternak plasma tidak diperkenankan menggunakan sapronak dari sumber lain, maka secara perdata bahwa ayam kost termasuk pelanggaran hukum.

 

Perihal adanya fenomena lain yang memotivasi munculnya fenomena ayam kost, itu menjadi persoalan lain yang harus dibicarakan dahulu dan dituangkan juga dalam klausul perjanjian. Seperti kembali pada uraian di awal bahwa perbedaan antara sistem kemitraan dan non-kemitraan adalah pada system perjanjian kerjasama. Sedangkan secara riil teknis di lapangan tidak ada perbedaan antara pemeliharaan dengan sistem kemitraan dan non kemitraan, perbedaan hanyalah pada  konsep tertulis dan perhitungannya.  Jadi perbedaan ini dikatakan perbedaan pada unsur perdata.

 

SOLUSI

 

Ada semacam anekdot yang menyatakan bahwa pelanggaran justru muncul setelah adanya peraturan. Tetapi bukan berarti bahwa peraturan itu dibuat untuk dilanggar. Bila sudah dibuat klausul perjanjian kerjasama dan ada tindakan yang diluar klausul maka itu tergolong pelanggaran secara perdata. Tetapi bila dikehendaki bahwa tindakan tersebut bukan tergolong pelanggaran maka tidak perlulah dibuat sebuah klausul yang mengaturnya. Pilihan solusi tentang ayam kost kembali pada pelaku masing-masing. Sisi teknis dan non-teknis perlu menjadi pertimbangan untuk membuat solusi dari permasalahan ini.

 

Ditulis saat di Pontianak, 30 Juni 2012.

 

 


 

[1] Sastrawan Perunggasan, tinggal di Samarinda


Previous News     |      Next News

Current Rating: 0.333 (3 users)

Rate this news:



Online Pooling