Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,441.00 14,441.000
AUD 10,277.30 10,277.300
HKD 1,840.36 1,840.360
MYR 3,313.82 3,313.820
NZD 9,435.71 9,435.710
NOK 1,552.60 1,552.600
GBP 18,163.55 18,163.550
SGD 10,456.86 10,456.860
CHF 14,934.53 14,934.530
JPY 11,205.48 11,205.480
MMK 7.80 7.800
INR 188.65 188.650
KWD 47,199.06 47,199.060
PKR 77.80 77.800
PHP 276.38 276.380
LKR 41.73 41.730
THB 421.54 421.540
BND 10,475.47 10,475.470
EUR 15,293.07 15,293.070
CNY 2,184.72 2,184.720
KRW 11.47 11.470
Last update: 11/05/22 13:07:11
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Bea Cukai: Kasus iPad Bukan Wilayah Kami
posted by admin on 11/07/11

INILAH.COM, Jakarta - Ditjen Bea dan Cukai mengungkapkan, kasus penjualan iPad yang tengah marak diberitakan tidak masuk dalam wilayah kepabeanan.

"Yang iPad itu bukan isu kepabeanan, tapi isu pelabelan berbahasa Indonesia sama undang-undang perlindungan konsumen. Jadi kelihatannya yang saya tangkap itu dua undang-undang itu yang menyelesaikan kasus yang ada," tutur Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurutnya, pihak Bea Cukai telah memiliki aturan yang sesuai standar internasional untuk mengenakan bea masuk bagi barang bawaan pribadi yang berasal dari luar negeri senilai US$250 dengan ketentuan yang ada. Dan hal inilah yang dijadikan alat untuk mencegah 'penyelundupan' barang apapun.

"Di lapangan itu kan tidak semudah yang dibayangka. Misalnya Anda membawa HP seperti ini harganya di atas..., tentu Bea Cukai tidak bisa mengobrak-abrik hingga akhirnya penumpang tidak bisa keluar dari bandara gitu kan. Di dalam international best practice ada undang-undang kelaziman, misal dia bawa iPad 5 buah, nah baru ini berarti ada kemungkinan untuk dijual. Nah ini baru dia datang ke Bea Cukai untuk kita lihat struk pembelian dan sebagainya," paparnya.

"Tapi kalau bawa satu per satu itu memang akan menjadi dianggap lazim untuk perorangan membawa seperti itu. Jadi memang (kasus) itu harus diselesaikan tidak hanya di ranah Bea Cukai, tapi juga dari yang lain. Makanya kita sudah koordinassi dengan Perdagangan yang menerbitkan aturan itu, pelabelan itu. Kita juga rapat dengan pihak kepolisian untuk mencari jalan terbaik untuk itu," lanjutnya.

Ia pun menyatakan, Bea Cukai belum akan melakukan revisi atas undang-undang kepabeanan yang terkait bea masuk barang bawaan pribadi. "Itu sudah undang-undang, jadi batasan itu batasan yang ada di undang-undang kepabeanan. Jadi memang kalau itu undang-undang itu diterapkan secara harus dilakukan US$250 kita otomatis harus melakukannya. Makanya itu tadi Bea Cukai menggunakan apa yang namanya risk management tadi," ujarnya.

Di sisi lain, ia mengakus iap membantu apabila pihak Kepolisian ataupun Kementerian Peragangan membutuhkan bantuannya. "Kita akan berikan sumbangsih bila diperlukan, supaya ini tidak menjadi polemik terus menerus," tandasnya.

Kasus penjualan iPad yang dilakukan Dian dan Randy berbuntut panjang. Penangkapan yang berakhir ditahannya Dian dan Randy gara-gara menjual 2 unit iPad menuai kontroversi. Sebab unsur kriminalisasi sangat kental dan terkesan tebang pilih.

Adapun ada dua tuntutan yang dilayangkan kepada Dian dan Randy selaku sang penjual ada dua pasal.

Karena menjual iPad impor yang diakui sebagai barang bekas- dan berhubung beli di Singapura jadi tidak dilengkapi ‘manual berbahasa Indonesia’ yaitu melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU/ 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia.

iPad belum termasuk alat komunikasi resmi. Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, karena iPad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi di Indonesia. 

Sumber inilah.com


Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 0.000 (0 users)

Rate this news:



Online Pooling