Ciptapangan
Ciptapangan
SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?


Job Application Form
Job Application Form
CURRENCY
Currency Buy Rate Sell Rate
USD 14,521.00 14,521.000
AUD 10,691.08 10,691.080
HKD 1,868.56 1,868.560
MYR 3,438.75 3,438.750
NZD 10,106.77 10,106.770
NOK 1,629.80 1,629.800
GBP 19,908.31 19,908.310
SGD 10,662.16 10,662.160
CHF 15,799.97 15,799.970
JPY 13,205.29 13,205.290
MMK 8.84 8.840
INR 194.69 194.690
KWD 48,231.47 48,231.470
PKR 90.42 90.420
PHP 288.17 288.170
LKR 72.80 72.800
THB 442.15 442.150
BND 10,725.77 10,725.770
EUR 17,120.60 17,120.600
CNY 2,240.94 2,240.940
KRW 12.65 12.650
Last update: 28/07/21 13:56:42
1 troy oz

=

  31.10 gram
1 US bushel (bu)

=

  35.24 liter
1 barrel (bbl)

=

158.97 liter

Ciptapangan Visitor
Soal Pangan, Belajarlah dari Thailand & Vietnam!
posted by admin on 06/06/11

JAKARTA - Pemerintah perlu berkaca dan belajar dari dua negara di Asia Tenggara penghasil pangan dunia yang mampu menyikapi kondisi cuaca ekstrim.

Pengamat ekonomi LIPI Latief Adam mengatakan gejolak kenaikan harga pangan dunia akibat anomali iklim memang cukup mengkhawatirkan. Namun, anomali iklim yang tidak bisa diprediksi, bukan berarti tidak bisa diantisipasi atau disikapi. Sosialisasi dan edukasi bagi petani memiliki porsi penting dalam kerangka antisipasi gangguan cuaca ekstrim. Selama ini, dua hal tersebut terkesan jalan ditempat atau hampir tidak terlihat dilakukan. "Buktinya, Thailand dan Vietnam bisa dengan cepat merespon atau mengantisipasi anomali iklim," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menilai, bukan berarti dua negara tersebut tidak terkena dampak dari gejolak cuaca ekstrim. Namun, dua negara penghasil pangan dunia tersebut mampu mencari alternatif-alternatif menyikapi anomali iklim yang tidak menentu. Menurutnya, diperlukan adaptasi terhadap anomali iklim dengan memberikan pengetahuan serta sosialisasi kepada petani. Selama ini, kata dia, sosialisasi kepada petani dinilai jalan ditempat atau hampir tidak terlihat dilakukan oleh pemerintah.

Latief mengatakan, berkaca pada realisasi produksi pangan tahun lalu, untuk tahun ini dan tahun 2012, pemerintah pusat perlu koordinasi lebih intensif dengan pemerintah daerah agar target yang sudah ditentukan bisa direalisasikan. Menurutnya, factor yang paling signifikan berpengaruh agar target ketahanan pangan tercapai terletak pada sinergisitas dan koordinasi antara pemerintah pusat sebagai pihak yang menetapkan target, dengan pemerintah daerah sebagai pihak yang menjalankan action plan.

Selama ini, kata Latief, target yang ditentukan pemerintah pusat tidak terdistribusi dan diterima sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah penting dilakukan untuk menjaga agar ketersediaan bahan pangan dalam negeri terjamin, sekaligus menghindar dari ancaman kenaikan harga pangan. "Ini penting diperhatikan karena kalau pangan sudah naik, imbasnya bisa kemana-kemana. Utamanya memang ke inflasi," imbuhnya. 

Sumber okezone.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 4.000 (1 users)

Rate this news:



Online Pooling