Ciptapangan
Ciptapangan





Eropa & 'Yield' Topang Rupiah
posted by admin on 09/03/10

INILAH.COM, Jakarta – Rupiah pada perdagangan Selasa (9/3) masih berpotensi menguat, dipicu membaiknya kondisi perekonomian Eropa dan imbal hasil menarik dari mata uang domestik ini.

Analis valas dari sebuah bank lokal, Ivonne mengatakan, rupiah hari ini akan menguat sebab ada ekspektasi Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan tingkat suku bunga pada 6,5%. Ini mengindikasikan minat asing di dalam negeri masih kuat. “Rupiah akan mencoba menuju level support 2010, 9.125 per dolar AS dan 9.150 sebagai level resistannya,” katanya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Senin (8/3) petang.

Penguatan rupiah yang membuktikan penguatan euro terhadap dolar AS, sudah terlihat pada perdagangan sebelumnya. Hal ini dipicu komitmen Presiden Prancis Nicolas Sarkozy untuk membantu Yunani mengatasi masalah defisit anggarannya.

Akibatnya, risk appetite kembali muncul dan ada pembalikan arah dari dolar ke aset berimbal hasil tinggi, seperti saham dan obligasi. Beberapa juga masuk ke komoditas, sebab mata uang greenback sudah mulai kehilangan pesonanya. “Penguatan euro menyebabkan anjloknya permintaan dolar,” lanjutnya.

Dampak positif ini juga dirasakan di pasar domestik. Obligasi dan saham diminati asing karena yield yang ditawarkan masih tinggi. Ini terlihat dari lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pekan lalu, dimana terjadi penyerapan maksimal di semua tenor SBI. “Semua terabsorbsi karena BI masih mau memberikan yield tinggi,” lanjutnya.

Ivonne menuturkan, untuk SBI tiga bulanan lebih diburu karena tingkat suku bunganya mencapai 6,6%. Terutama setelah bank sentral meniadakan SBI satu bulanan. Hal ini mengindikasikan tingkat suku bunga BI takkan berubah setidaknya hingga tiga bulan ke depan. “Aliran dana karena tingginya minat asing ini mendukung penguatan rupiah,” pungkas Ivonne.

Di sisi lain, Ariston Tjendra, periset dan analis PT Monex Investindo Futures memperkirakan pergerakan rupiah masih akan melanjutkan penguatan, dipicu pelemahan dolar AS. “Rupiah akan bergerak dalam kisaran 9.150-9.250,” katanya ketika dihubungi terpisah.

Penguatan rupiah terjadi karena mata uang RI ini baru menembus level support-nya di angka 9.200 pada perdagangan kemarin. Karena itu, level ini hingga 9.250 menjadi level resistance-nya secara teknis. “Rupiah masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan ke level 9.150,” ujarnya.

Menurut Ariston, dengan terjadinya carry trade, pelaku pasar beralih dari poftofolio dolar AS ke aset-aset berisiko tinggi tapi memberi tingkat keuntungan (yield) yang lebih tinggi. Ia pun memperkirakan, dalam dua hari ini arus capital inflow membanjir, terutama di saham, pasar uang, dan komoditas.

“Karena itu, komoditas minyak mentah dunia saat ini naik ke level US$82 per barel. Selain karena faktor pelemahan dolar, permintaan terhadap komoditas juga naik,” pungkasnya.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/3) ditutup menguat 57 poin (0,617%), terhadap dolar AS menjadi 9.173/9.183.

Sumber inilah.com

Previous News     |      Next News

Related News


Current Rating: 1.000 (1 users)

Rate this news:



SIGN IN ACCOUNT
Email / NIK:
Password:
 Remember my login ID
Forgot Your Password?
ONLINE POLLING
Apakah Anda Setuju Bank Indonesia melakukan Redenominasi (Pengecilan Nilai) Rupiah ?
A. Setuju
B. Tidak Tahu
C. Tidak Setuju

Results
MOST VISITED
Harga Minyak Mentah di USD74/Barel
(Visited 688 times)
Read More...

Dana Asing Terus Topang IHSG
(Visited 548 times)
Read More...

Ekonomi Kuartal III Bisa di Atas 6%, Asal...
(Visited 471 times)
Read More...

Wow, Pasar Domestik China USD2 T
(Visited 413 times)
Read More...

Ternyata, Uang Sekolah Juga Picu Inflasi
(Visited 313 times)
Read More...

MOST RATED
Siap-Siap, Subsidi Rumah Cair Akhir Agustus
Read More...

Harga Minyak Mentah di USD74/Barel
Read More...

Honda Siapkan Mobil Diesel di India
Read More...

Awas! Nilai Ujian Facebooker Rendah
Read More...

GM Indonesia Terus Studi Masalah Fuel Pump
Read More...